HOME    PROFIL    KORPORASI    PROYEK    PABRIK    PRODUK    BERITA    HARGA    DOWNLOAD    CONTACT

Sunday, March 29, 2009

RUPS MENTARGETKAN DI 2009 - PRODUKSI 1677 TON, PENDAPATAN Rp 14 MILYARD DAN KEUNTUNGAN BERSIH Rp 370 JUTA


Pada tanggal 28 Maret 2009, telah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas perencanaan perusahaan untuk tahun 2009.

Dalam RUPS telah disepakati bahwa di tahun 2009, Target pendapatan perusahaan direncanakan sekitar Rp 14 Milyard dengan target produksi sekitar 1677 ton (dalam setahun). Pendapatan tersebut akan menghasilkan keuntungan bersih untuk PT Ganesha Energy sebesar Rp 370 juta.

Dalam RUPS juga dilaporkan kinerja tahun 2008 (yang masih menuggu selesainya hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik). Berdasarkan perkiraan management, pendapatan di tahun 2008 capai Rp 6.5 Milyard dengan produksi 403 ton dan keuntungan bersih untuk PT Ganesha Energy sebesar Rp 148 juta. Secara umum aset perusahaan bernilai sekitar Rp 5,2 Milyard

Tampak pada foto, management PT Ganesha Energy yang terdiri dari komisaris - Djasli Djamarus, Direktur Utama - Achmad Setiadi, Direktur - Lisminto dan pak Munir Abdullah sedang memaparkan kepada seluruh pemegang saham yang hadir (berdasarkan absensi sekitar 71 orang dari 100 orang).

Friday, February 27, 2009

MEMPERKIRAKAN HARGA JUAL BIODIESEL DI TAHUN 2009 UNTUK PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN PERUSAHAAN

Harga jual Biodiesel sangat dipengaruhi oleh harga minyak bumi. Secara umum kecenderungan harga CPO (chart dibawah) mengikuti kenaikan dan penurunan harga minyak bumi (chart diatas). Namun di tahun 2007 antara bulan Mei s/d September terjadi semacam "spike" dimana harga CPO melonjak diatas kecenderungan harga minyak bumi.

Kejadian "spike" tersebut juga terjadi antara Januari s/d Maret 2008. Pada saat spike tersebut, maka harga CPO jauh diatas harga minyak bumi, artinya memproduksi Biodiesel akan merugi. Kecenderungan serupa juga mulai tampak di awal tahun 2009. Ketidak-teraturan pasar ini yang menyebabkan salah satu kesulitan memprediksi keuntungan memproduksi Biodiesel.

Sunday, January 11, 2009

SULITNYA MEMPERKIRAKAN HARGA CPO & METHANOL UNTUK RENCANA ANGGARAN 2009


Salah satu kesulitan produsen Biodiesel adalah memprediksi harga bahan baku untuk perhitungan perencanaan tahun anggaran berikutnya. Kesulitan ini disebabkan oleh fluktuasi harga minyak dan juga komoditas CPO akibat krisis ekonomi global. Chart disamping adalah ilustrasi harga CPO dan Methanol di tahun 2008. Berdasarkan perhitungan harga di tahun 2008 itulah, dilakukan prognosis untuk perencanaan tahun 2009. Tentu fluktuasi bisa saja tetap terjadi, namun sebuah basis tetap diperlukan untuk perencanaan perusahaan.

Saturday, January 10, 2009

PRODUKSI DI TAHUN 2008 CAPAI 403 TON (163 % DIATAS TAHUN 2007)

Walaupun lambat tapi pasti, akhirnya di tahun 2008 kumulatif produksi Biodiesel capai 403 ton. Jumlah ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2007 yang hanya capai 239 ton.

Dengan peningkatan produksi ini maka yield pabrik semakin baik dan juga keuntungan (margin) pabrik mulai dapat dikendalikan. Secara umum Yield pabrik di semester kedua bisa capai 100% efisiensi.

Monday, August 25, 2008

PERKEMBANGAN PENINGKATAN YIELD

Dengan melakukan upaya-upaya untuk men-stop berbagai kebocoran (leakages) dan juga secara continue meningkatkan kapasitas produksi, maka yield saat ini secara konsisten mencapai angka 100 %.

Berikut ini perkembangan Yield dari sejak berdirinya pabrik (sebagaimana ditayangkan pada chart) :
- Agustus 2006 - Konstruksi selesai
- November 2006 - Tahap Operasi Komersial
- Januari 2007 - 93 %
- April 2008 - 96 %
- Agustus 2008 - 100 % (secara konsisten)

Peningkatan yield ini sangat mempengaruhi keuntungan perusahaan karena bahan baku bisa sepenuhnya diubah menjadi Biodiesel.

Friday, March 28, 2008

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM - TARGETKAN TINGKATKAN YIELD


Pada tanggal 28 Maret 2008, telah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas kinerja PT Ganesha Energy 77 untuk tahun keuangan 2007 dan juga rencana untuk tahun 2008.

Dari laporan keuangan, manajemen perseroan melaporkan bahwa di tahun 2007 perusahaan masih mengalami kerugian karena kehandalan operasi pabrik dan juga yield produksi yang masih relatif rendah. Secara teknis Yield pernah diatas 95% tapi tidak konsisten. Secara rata-rata masih dibawah 90%. Itulah salah satu penyebab kerugian karena hilangnya bahan baku. Namun disisi lain, pada akhir 2007 mulai tercapai kinerja produksi yang lebih baik. Itulah sebabnya untuk tahun 2008, direncanakan produksi bisa jauh meningkat.

Saturday, September 22, 2007

PENYERAHAN SEBAGIAN SAHAM KE ITB

Pada tanggal 20 September 2007 di kantor Rektor ITB, Bandung, telah dilakukan penyerahan saham dari PT Ganesha Energy kepada Kampus ITB. Penyerahan ini dilakukan sebagai apresiasi terhadap pengembangan teknologi proses yang telah dikembangkan oleh Jurusan Teknik Kimia ITB, khususnya oleh team Dr Tatang Hernas. Tampak pada foto Triharyo Soesilo (Hengki) selaku ketua angkatan 1977 (bukan sebagai pemegang saham), menyerahkan kepada Djoko Santoso selaku Rektor ITB.

Saturday, July 07, 2007

RENCANA PEMAKAIAN BAHAN BAKU PFAD DIBATALKAN

Dengan harga CPO yang terus membumbung, management PT Ganesha Energy berupaya untuk mencoba meggunakan bahan baku PFAD. Namun ternyata dalam waktu yang relatif singkat, harga PFAD juga meningkat dengan pesat (walaupun tidak secepat peningkatan harga CPO). Namun demikian keekonomian pabrik dengan menggunakan bahan baku PFAD tidak terlampau baik.

Thursday, June 14, 2007

PRESTASI TEKNOLOGI PENGEMBANGAN PROSES

Berikut ini beberapa prestasi terakhir yang telah dicapai oleh management PT Ganesha energy :
1. Yield sudah berhasil ditingkatkan dari 93 % ke 99 % dengan berbagai improvement yang baru pertama kali di diterapkan untuk pabrik skala kecil. Dampak dari yield produksi ini tentunya menurunkan biaya produksi
2. Juga Management PT Ganesha Energy telah menjalankan pabrik Biodiesel ini dengan memakai berbagai macam bahan baku seperti CPO, Minyak bekas, RBD Stearin, Crude Stearin dan Olein.
3. Inilah Biodiesel skala kecil pertama di dunia yang bisa menerima berbagai macam bahan baku (multi feed) dengan yield mencapai 99%. Dari berbagai literatur, memang banyak pabrik yang bisa mendekati 99% dan bahkan ada yang 100%, namun kapasitasnya relatif harus besar. Juga umumnya hanya bisa menerima single feed (1 macam bahan baku).

Demikian beberapa pencapaian teknologi pengembangan proses

Friday, May 11, 2007

MENTERI KEUANGAN PERLU KUANTIFIKASI INSENTIF BIOFUEL

Dalam acara Temu Bisnis dan Seminar Biofuel yang diadakan oleh alumni ITB angkatan 1977, pada tanggal 10 Mei 2007 di Hotel Hilton, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para ahli yang hadir untuk membantu dalam melakukan kuantifikasi insentif Biofuel. Kuantifkasi perhitungan Insentif tersebut mencakup manfaat keramahan lingkungan dan juga manfaat dari sisi energi yang terbarukan. Seminar ini merupakan salah satu mata rantai acara menjelang reuni 30 tahun ITB angkatan 1977.

Saturday, May 05, 2007

HASIL PENGUJIAN DENGAN METOXIDE

Pengujian dengan menggunakan Na-metoxide telah dilakukan dengan hasil sebagai berikut:

  • Yield yang dapat dicapai 97,7 %

  • Kebutuhan Metoxide sekitar 8 % atau setara dengan 160 kg untuk 2000 kg RBD Stearin bahan baku

Demikian laporan hasil pengujian

Wednesday, May 02, 2007

PERKIRAAAN BIAYA PRODUKSI DENGAN BERBAGAI BAHAN BAKU

Biaya pemrosesan untuk memproduksi Biodiesel dengan berbagai bahan baku :

  • Bahan baku RBD Olein : Rp. 996 per kg
  • Bahan baku Stearin : Rp. 1040 per kg
  • Bahan baku Crude Stearin : Rp. 1.464 per kg

Biaya produksi diatas adalah biaya terendah untuk pabrik skala kecil.

Saturday, April 14, 2007

BREAKING NEWS !!! - YIELD CAPAI 99 %

Setelah melakukan pengoperasian peralatan-peralatan baru, akhirnya pabrik Biodiesel telah di-uji coba dan menghasilkan produk sebagai berikut untuk uji coba 15 batch :
  • Bahan baku RBD Stearin : 30.412 kg
  • Produk Biodiesel : 30.083 kg

Dengan demikian Yield pabrik sudah mencapai 99 %.

Thursday, March 29, 2007

MENGEJAR YIELD 100% DENGAN MENAMBAHKAN ASAM ASETAT DAN METOKSID


Management PT Ganesha Energy telah memutuskan untuk meningkatkan yield mengarah ke 100%. Untuk mencapai yield setinggi ini sangat diperlukan katalis Asam asetat dan juga pemakaian Metoksid. Agar tidak terjadi penggumpalan akibat injeksi Asam asetat, maka perlu dipasang steam tracing tambahan pada piping line glycerol sebelum menuju setling tank T-424,425&426. Selain itu perlu juga dipasang coil pemanas pada 3 setling tank T-424,T-425 & T-426 untuk menjaga agar tidak terjadi pembekuan pada campuran Glycerol, Free Fatty Acid dan Biodiesel sisa setelah ditambahkan Asam asetat.

Tuesday, March 27, 2007

PENAMBAHAN REAKTOR R-115 UNTUK MENAMBAH FLEXIBILITAS BAHAN BAKU & TERUS TINGKATKAN YIELD


Dalam waktu 7 hari telah dilakukan fabrikasi Reaktor tambahan (R-115) yang diselesaikan dari tanggal 20 s/d tanggal 27 Maret 2007 dengan biaya yang sangat ekonomis. Namun mengingat keterbatasan tempat yang tersedia, karena kompaknya pabrik yang sudah terpasang, maka team konstruksi terpaksa melakukan berbagai upaya modifikasi agar R-115 bisa terpasang. Tampak pada foto-foto, proses pemasangan R-115 di lokasi yang sempit. Penambahan reaktor ini tidak hanya meningkatkan yield akan tetapi juga menambah fleksibilitas operasi untuk menerima berbagai macam bahan baku.

Sunday, March 25, 2007

PENINGKATAN METHANOL RECOVERY MELALUI PERBAIKAN EJECTOR

Untuk meningkatkan recovery Methanol, perlu dilakukan modifikasi ejector agar didapat sudut penyemprotan yang sesuai sehingga berjalannya fungsi vacum pada Methanol evaporator. Untuk itu telah dilakukan test water spray sebagaimana terlihat di foto. Ejector ini telah mengalami beberapa kali modifikasi, seperti slope penyemprotan di internal ejector termasuk penambahan pegas pengarah semprotan sesuai berbagai desain.

Wednesday, February 28, 2007

MENCEGAH KEHILANGAN METHANOL YANG HARGANYA MAHAL



Untuk memproduksi Biodiesel, diperlukan bahan baku CPO dan juga Methanol. Harga Methanol juga saat ini terus meningkat karena keterbatasan pasokan. Kenaikan harga ini dipacu antara lain karena pabrik Methanol milik Medco di Bunyu tidak berproduksi karena keterbatasan bahan baku gas alam. Saat ini, seluruh produsen Biodiesel masih menunggu berproduksinya pabrik Methanol kapasitas besar di Labuan milik Petronas. Namun demikian, untuk menghemat konsumsi dan kehilangan methanol maka management PT Ganesha Energy berupaya maksimal agar methanol dapat di-"recover" dari by-product Glycerin. Saat ini design peralatan-peralatan tambahan sudah diselesaikan dan modifikasi sedang dilaksanakan di pabrik. Tampak diatas foto-foto modifikasi untuk meningkatkan recovery methanol di pabrik dengan modifikasi pada separator V-411 dan juga sistem perpipaan dari exchanger E-411 ke separator

Tuesday, February 27, 2007

UPAYA-UPAYA UNTUK MENINGKATKAN YIELD PABRIK BIOEDIESEL DAN DATANGKAN KEUNTUNGAN




Karena harga CPO terus meningkat sedangkan harga Biodiesel relatif stabil dan bahkan cenderung menurun, maka yield (efisiensi produksi) harus terus ditingkatkan. Saat ini management PT Ganesha energy sedang terus berupaya meningkatkan yield dari sekitar 93% menjadi diatas 95 %. Dengan peningkatan ini diharapkan biaya produksi dapat ditekan dan diperoleh keuntungan walaupun dengan kondisi harga yang masih belum menguntungkan. Untuk melaksanakan hal tersebut maka saat ini telah di-redesign dan ditambahkan beberapa peralatan pengendapan (settling tank) agar diperoleh pemisahan Biodiesel yang lebih baik. Sehingga hasil akhirnya adalah peningkatan yield. Modifikasi peralatan saat ini sedang dilakukan di pabrik Adolina Medan sebagaimana terlihat dalam foto-foto dengan menambahkan 4 (empat) tanki tambahan yaitu T-424, T-425 & T-426 yang berdiri berjejer. Selain itu juga ditambahkan sebuah tanki pengumpul T-427 yagn menerima tambahan produk dari ketiga tanki diatas dengan tambahan sistem pemompaan sebagaimana sedang dipasang diatas.

Friday, February 23, 2007

YIELD (EFISIENSI PABRIK) TERAKHIR MASIH PADA 93.3 %

Hasil test terakhir, yield setelah transesterifikasi II mencapai 97% (raw biodiesel), setelah pencucian diperoleh yield 95.3% (wet biodiesel), dengan asumsi kadar airnya 2%, maka yield akhir yang diperoleh adalah 93.3%. Saat ini sedang dilakukan beberapa improvement untuk meningkatkan yield diatas 95 %.

Saturday, February 10, 2007

STOP PRESS !!! - PTPN-IV SETUJUI BELI DENGAN HARGA BIODIESEL EXPORT



Setelah negosiasi yang cukup panjang dan juga karena produk Biodiesel PT Ganesha Energy telah menunjukan kualitas Biodiesel export, maka pihak PTPN-IV bersedia untuk membeli produk Biodiesel, yang diproduksi pabrik di Adolina, dengan harga export. Hal ini karena sebagian produsen Biodiesel Indonesia saat ini lebih memilih untuk mengexport produknya ke Eropa. Kesepakatan ini akan membantu keekonomian pabrik Biodiesel karena harga Crude oil cenderung menurun dan datar. Sedangkan harga CPO terus meningkat tajam tanpa ada tanda-tanda menurun.

Friday, February 02, 2007

RUPS UNTUK KINERJA TAHUN 2006 & RENCANA KERJA SERTA ANGGARAN TAHUN 2007


Pada tanggal 28 januari 2007 telah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Ganesha Energy. Dalam rapat yang dihadiri secara kuorum oleh seluruh pemegang saham maupun wakilnya, management PT Ganesha Energy memaparkan seluruh kinerja keuangan perusahaan untuk tahun 2006 dan informasi trend harga bahan baku CPO & Methanol yang cenderung meningkan sedangkan harga Biodiesel relatif stabil. Management juga melaporkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang mencakup rencana-rencana serta upaya untuk meningkatkan yield melalui modifikasi design peralatan. Juga upaya negosiasi dengan pihak PTPN-IV untuk mendapatkan harga jual Biodiesel sesuai dengan harga pasar dunia. Selain itu, pihak management juga melaporkan dan meminta persetujuan pemegang saham untuk rencana pembangunan 100.000 ton/tahun pabrik Biodiesel. Para pemegang saham meminta direksi untuk melakukan beberapa hal berikut untuk meningkatkan keuntungan dan pengembangan perusahaan:

1. Menegosiasi supaya harga Biodiesel disesuaikan dengan harga export
2. Yield (efisiensi) pabrik harus diupayakan diatas 95 %
3. Karena Methanol sangat mahal maka recovery bahan baku Methanol harus terus ditingkatkan
4. Terus mencari bahan baku murah karena harga CPO terus meningkat
5. Menyetujui untuk mengembangkan pabrik 100.000 ton/tahun melalui kemitraan dengan pendana dan pemasok teknologi.

Demikian beberapa keputusan penting dalam RUPS yang telah dilaksanakan tersebut

Lihat foto-foto RUPS secara lengkap

Wednesday, January 31, 2007

FOTO PABRIK TERKINI - DENGAN PAGAR BATAS & TANKI MINYAK GORENG BEKAS


Terlampir adalah photo pabrik terkini. Pada photo tampak terlihat pagar merah pabrik agar keamanan pabrik lebih terjamin. Tangki 3 ton warna abu-abu yang terletak disisi pabrik adalah tangki plastic tambahan yang dipakai untuk menampung minyak goreng bekas yang akan diolah menjadi biodiesel.

Sunday, January 21, 2007

STOP PRESS !! - DIRUT PTPN-IV TETAP INGINKAN PABRIK BERJALAN DALAM 3 SHIFT (24 JAM)

Setelah berdiskusi secara detail dengan pak Iskandar (Plant manager - PT Ganesha Energy di Pamina), akhirnya management PTPN-IV meminta agara pabrik Biodiesel tetap dioperasikan dalam 3 shift atau 24 jam. Pak Iskandar menyampaikan bahwa harga CPO terus meningkat sehingga menjadi tidak feasible untuk mengoperasikan pabrik. Salah satu solusi PT GE adalah dengan menggunakan minyak goreng bekas. Namun jumlah minyak goreng bekas-pun di kota Medan relatif sedikit. Management PTPN-IV sedang memikirkan untuk mempertimbangkan untuk memberikan harga bahan baku dengan jual di pabrik bukan harga jual di pasar. Sehingga dengan demikian keekonomian pengoperasian pabrik dapat terjaga & pabrik dapat terus beroperasi.

Sunday, January 14, 2007

SERTIFIKAT SAHAM YANG RESMI DIBAGIKAN

Walaupun sedikit terlambat, namun management PT Ganesha Energy tetap commit untuk merapikan sistem administrasi perusahaan. Salah satunya adalah dengan mengirimkan lembar sertifikat saham kepada seluruh pemegang saham. Hal ini perlu dilakukan untuk menyongsong Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang akan diadakan pada tanggal 28 Januari 2007. Langkah ini juga untuk mempersiapkan rencana pengembangan perusahaan dalam membangun pabrik berkapasitas 100.000 ton/tahun.

Friday, January 12, 2007

MENGGUNAKAN MINYAK GORENG BEKAS

Salah satu cara untuk mengatasi mahalnya bahan baku CPO maka team operasi dan juga Management PT Ganesha Energy saat ini mencari solusi dengan menggunakan minyak goreng bekas. Minyak tersebut diolah menjadi Biodiesel dengan kualitas yang baik. Tampak pada gambar pemisahan Biodiesel yang relatif sudah mampu untuk langsung dipakai di kendaraan dengan menggunakan bahan baku minyak goreng bekas.

Thursday, January 04, 2007

KERJA SAMA ANTARA PT GANESHA ENERGY & PT SUMI ASIH

Walaupun kondisi harga CPO masih sangat tinggi dan harga Minyak bumi menukik mendekati US $ 50/barrel, namun tidak menghambat management PT Ganesha Energy untuk terus mengembangkan usahanya. Berikut ini tanda tangan kerjasama antara PT Ganesha Energy dengan PT Sumi asih untuk pembangunan pabrik 100.000 ton/tahun di Belawan, Sumatra Utara. PT Sumi asih adalah salah satu produsen Biodiesel di Indonesia. PT Sumi asih berminat untuk mendanai proyek 100.000 ton/tahun

Thursday, December 28, 2006

PABRIK BIODIESEL TERUS DISEMPURNAKAN

Walaupun harga CPO terus membumbung diatas diatas harga Biodiesel, ntamun management PT Ganesha Energy & juga team operasi terus berupaya untuk tingkatkan kinerja pabrik. Foto disamping menunjukan upaya yang sedang dilakukan utk menaikkan produktivitas pabrik yaitu melalui pemasangan sight glass pada tangki transesterifikasi. Dengan pemasangan ini maka pemisahan gliserin akan menjadi lebih sempurna.

Saturday, December 16, 2006

UANG SUDAH MULAI MENGALIR MASUK

Achmad setiadi (Dicky) - Dirut PT Ganesha Energy melaporkan bahwa sampai hari ini pembayaran pihak PTPN-IV untuk pembelian Biodiesel sudah mencapai Rp 276.450.000 (+ PPN). Selain itu ada tagihan berikutnya sebesar Rp. 135.576.000 yang rencana dibayarkan pihak PTPN-IV dalam waktu dekat. Pihak management juga terus berupaya untuk mendapatkan tambahan income dengan menjual Gliserin. Sampai hari ini, penjualan Gliserin telah mencapai Rp. 24.000.000. Seluruh pembayaran tersebut dimasukan ke rekening KSO (Kerja Sama Operasi) PT Pamina dan PT Ganesha energy. Nilai totalnya jika tagihan berikutnya dibayar bisa mencapai Rp. 436.026.000

Tuesday, December 12, 2006

PAMERAN PADA SAAT PANEN JAGUNG PERDANA


Pak Agus Pakpahan - Deputy Meneg BUMN pada hari Senin 11 Desember 2006 telah melakukan panen perdana jagung di lahan PTPN 4 Desa Sinumbah Kabupaten Simalungun. Panen perdana itu juga dihadiri oleh Gubernur Sumatra Utara Drs Rudolf M Pardede bersama Direksi PTPN 2, 3 dan 4 yang ikut mengembangkan tanaman jagung di lahan milik BUMN tersebut. Pada acara panen perdana jagung tersebut PT Ganesha energy dan juga PT Pamina mengadakan pameran produksi Biodiesel serta proses pembuatannya. Tampak pada foto-foto diatas, jajaran PT Pamina dan PT PTPN-IV memamerkan produk-produk Biodiesel dan juga penjelasan tentang pabrik Biodieselnya. Stand tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumut dan pak Agus pakpahan (berbatik coklat).

Monday, December 04, 2006

BIODIESEL OUTLOOK IN 2007

  • Launching of new Trade Regulation of Biofuel (Biodiesel & Bioethanol) to be implemented by Ministry of Energy & Mines. The brand new regulation will be applied to produce, distribute as wholesale and retail as well B100 for overseas export or import Petrodiesel as raw material for blending purpose (B5, B10, etc).
  • For big producer above 10,000 per mt per year the license will be directly issued by Ministry of Energy, and smaller than 10,000mt will be issued by governor of province where the plant is located.
  • Price of Crude Oil will gravitate towards US$ 70 a barrel according to Boone Pickens. It is envisage trading between US$ 55 and maybe US$ 80 per barrel.
  • CPO price according to Tan Sri Lee of IOI say can hit US$ 600 per mt in 2007. Expectation around the US$ 500 per mt level.(range bound between say US$ 475 to US$ 600 per mt)
  • Planned capacity for Biodiesel by 2008 could hit 10 million tons per annum in Malaysia, Indonesia and Singapore.
  • Crude Glycerine (CG) disposal will pose problems. However there are some new technologies that could convert the CG to some other products such as to fire CG in boilers without problems
  • Biodiesel product Laboratory equipments for testing all the parameters according to EN 14214 will be critical and could be a business opportunity.
  • Methanol Supply for 2007 should ease when Petronas Methanol Labuan expansion comes on stream in late 2007. Additional 1.5 million tons per annum. We expect price to stabilise at say US$ 350 a mt.

Thursday, November 30, 2006

BERITA KURANG BAIK - HARGA CPO TERUS MEMBUMBUNG & HARGA MINYAK BUMI (DIESEL) TERUS MENUKIK - dicari Exportir Biodiesel !!


Ini ada sebuah kejadian yang luar biasa namun berita kurang baik bagi para pemilik pabrik Biodiesel. Untuk pertama kali dalam sejarah, harga CPO/kg melampaui harga Minyak solar/liter. Pada tanggal 27 November 2006, harga CPO/kg capai Rp. 5200 (tanpa pajak). Sedangkan harga solar capai Rp. 5242/liter (termasuk PPN).

Management PT Ganesha Energy saat ini sedang terus mencari cara dan peluang agar bisa mengexport produk Biodiesel produksi dari pabrik Biodiesel di Pamina, Medan.

Sunday, November 26, 2006

STOP PRESS !! - LISMINTO MENJADI KETUA SEMENTARA ASOSIASI PRODUSEN BIODIESEL INDONESIA

Dengan sangat mengejutkan pada tanggal 24 November 2006 malam, rekan kita Lisminto (Direktur PT Ganesha Energy) secara aklamasi telah dipilih oleh para produsen-produsen raksasa Biodiesel di Indonesia seperti PT Sumiasih, PT Sentana, PT Eterindo dll untuk mewakili mereka sebagai ketua sementara Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia. Para produsen menganggap paper pak Lisminto yang berjudul "Biodiesel sejujurnya" merupakan cerminan informasi dari para produsen Biodiesel di Indonesia.

Dengan membentuk asosiasi ini, para produsen berharap untuk melakukan pembelian bahan baku bersama, pemasaran bersama dan juga permohonon insentif pajak ke pemerintah secara bersama-sama. Dengan demikian posisi tawar produsen biodiesel akan meningkat. Jabatan ini merupakan kehormatan bagi rekan kita Lisminto dan tentunya seluruh alumni ITB-77

Friday, November 24, 2006

KERJA SAMA OPERASI SUDAH MULAI BERJALAN

Foto disamping adalah ilustrasi finalisasi performance test dengan pihak PT Pamina dan juga konfirmasi dimulainya Tahapan Kerja Sama Operasi (KSO). Konsentrasi dan fokus 3 bulan terakhir ini memang memastikan pabrik kita bisa berjalan dengan baik dan memenuhi semua persyaratan-persyaratan dalam kontrak. Perlu diakui memang banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk mengejar spesifikasi dan juga kualitas produk dengan memakai berbagai jenis bahan baku.

Namun dengan upaya-upaya bersama, baik oleh team PT Ganesha Energy yang dibantu team team PT Rekayasa Industri, akhirnya seluruh perbaikan dapat diselesaikan. Bersamaan dengan itu, team juga memperoleh knowledge base dan pengalaman yang cukup baik sewaktu mengoperasikan pabrik selama 3 bulan, khususnya pengalaman dengan memakai beragam jenis bahan baku. Thanks to pak Iwan Purwito (alumni TK-ITB angkatan 2001) yang mampu membereskan berbagai persoalan teknis dan operasional pabrik dengan sangat dedicated. Tentu saja masih ada beberapa outstanding modifikasi yang sedang kita carikan waktu terbaik untuk menuntaskannya.

Sampai akhir November ini Kerja Sama Operasi dan juga pengelolaan perusahaan sudah semakin lengkap. Pak Munir sudah menyelesaikan sistim pembukuan keuangan perusahaan. PT Ganesha Energy saat ini telah mampu mengeluarkan laporan keuangan dengan sangat detail dalam waktu yang relatif singkat. Produk Glicerin juga sudah ada pembelinya. Nomor account utk menampung pembayaran penjualan Biodiesel dari PT Pamina sdh dibuat. Uang dari PT Pamina dalam proses transfer ke rekening PT Ganesha Energy. KSO sudah official dan tuntas setelah diskusi yang cukup berlarut-larut dengan pihak PT Pamina mengenai split keuntungan dsb.

Moga-moga harapan dari para pemegang saham utk bisa mendapatkan laporan rutin bisa dipenuhi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Juga sudah saatnya kita mulai berbenah utk mengembangkan penjualan produk baik di dalam negeri maupun utk eksport

Salam,
Nanang

Sunday, November 19, 2006

LAPORAN KE PEMEGANG SAHAM - DALAM ACARA HALAL BIHALAL

Pada tanggal 18 November 2006 di Senayan Golf course, dalam acara Halal bihalal untuk ITB-77, seluruh management PT Ganesha energy melaporkan status pabrik yang sudah beroperasi dan berproduksi kepada para pemegang saham. Dalam acara juga disampaikan secara jujur bahwa harga bahan baku CPO dan Methanol terus meningkat sedangkan harga jual Biodiesel terus menurun. Kurva-kurva trend disampaikan oleh pak Dicky (dirut PT Ganesha energy) dan juga pak Nanang.

Sebagai ilustrasi di bulan Agustus 2006, keuntungan per liter bisa mencapai Rp 1500 (net). Dengan keuntungan seperti ini, investasi pabrik bisa kembali dalam waktu kurang dari 2 tahun. Sedangkan pada bulan November 2006, keuntungan penjualan hanya sekitar Rp 200 (gross). Management masih memikirkan kondisi break-even.

Dalam kesempatan tersebut, rekan Djaelani sutomo sebagai pejabat di Pertamina menyampaikan bahwa trend harga BBM akan meningkat. Beberapa kurva juga ditunjukan oleh rekan Djaelani dalam acara tersebut. Untuk pertama kali, dalam acara tersebut, management PT Ganesha energy membagikan laporan keuangan perusahaan sampai dengan November 2006.

Wednesday, November 15, 2006

PRODUKSI SAMPAI MID NOVEMBER BARU 90 TON

Produksi pabrik Biodiesel di Adolina, Medan sampai dengan pertengahan November 2006 baru sekitar 90 ton Biodiesel. Produk yang sudah diambil oleh PTPN adalah 47.5 ton. PT Ganesha Energy masih menyimpan 42.5 ton biodiesel yang belum diambil pihak PTPN. Produksi ini masih relatif sangat kecil kapasitasnya karena berbagai kendala sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya. Foto disamping menunjukan Dirut PT Ganesha Energy, Achmad Setiadi dengan Kelapa proyek, Bambang sedewo berpose disisi pabrik yang telah dicat rapih.

Monday, October 30, 2006

LAPORAN SITUASI PABRIK PADA AKHIR OKTOBER 2006


Kondisi operasi Pabrik sampai akhir Oktober masih sering mati (down-timenya masih agak tinggi) karena adanya liburan lebaran dan juga modifikasinya yang relatif cukup banyak serta cukup significant. Tetapi semangat kerja team di Medan pada waktu mengerjakan modifikasi dan switching bahan baku dari olein ke Crude stearin lalu ke RBD stearin dan akhirnya ke CPO cukup mengagumkan.

Mereka mencoba kerja lembur pada waktu lebaran untuk mendapatkan bahan baku Olein yang sudah off spec untuk dicoba diproses dengan cara mencangkul dan dikarungi sambil menunggu selesainya penggantian dan modifikasi motor pengaduk di reactor. Akhirnya kita tidak memaksakan mereka dan menyuruh libur dulu pada waktu lebaran dan diberi hadiah lebaran berupa sarung dengan pengertian perusahaan belum untung.

Saat ini uji unjuk kerja operasi (performance test) sudah selesai dengan CPO akan tetapi laporan performance test belum selesai. Pada dasarnya operasi dengan CPO tidak se efisien dibandingkan dengan RBD Stearin dan sekarang kita sedang negosiasi dengan PTPN4 utk mencari bahan baku yang paling ekonomis (RBD Stearin) dengan sangat memperhatikan margin keekonomian yang semakin menipis. Sambil menunggu harga methanol dan CPO kembali turun ke level normal dan juga harga diesel kembali ke level yang lebih baik, kita sangat hati2 utk mengoperasikan pabrik untuk memastikan marginnya tidak negative.

Harga yang dibeli oleh Pertamina utk B100 masih belum jelas patokannya dan kalau harga pasar yang dimaksud adalah pasar ekspor maka akan sangat menolong. Akan tetapi kalau harga yang dipatok adalah harga pasar dalam negeri maka masih perlu pengkajian lebih lanjut.

Thursday, September 28, 2006

SPESIFIKASI PRODUK HASIL ANALISA LABORATORIUM ITB

HASIL ANALISA PRODUK VS STANDARD BIODIESEL (DALAM KURUNG)

Biodiesel Product dianalisa oleh Laboratorium ITB pada tanggal 11 September 2006

Density, kg/m3 (40C) : 869 (850-890)
Kinematic viscosity, mm2/s (40C) : 5,11 (2,3 – 6,0)
Pour point, C : 15 (max 18)
Flash point, C : 172 (min 100)
Carbon residue, wt % : 0,08 (max 0,1)
Sulphur, ppm : 22 (max 80)
Acid value, mg-KOH /g : 0,46 (max 0,8)
Water, ppm : 400 (max 500)
Phosphor, ppm : 4,71 (max 10)
Iodine value, ppm : 55 (max 120)
Free Glycerol, %-b : 0,008 (max 0,02)
Total Glycerol, %-b : 0,24 (max 0,25)
Kadar ester akil, %-b : 97,42 (min 96,5)
Halphen test : Negative (Negative)

Laboratorium ITB mengkonfirmasi bahwa produk dapat digunakan untuk campuran Biodiesel sampai dengan 40 % tanpa modifikasi pada mesin diesel.

Analisa produk Laboratorium ITB (download 252KB)

PT GANESHA ENERGY TANDA-TANGANI KERJASAMA DENGAN PT PTPN-V

Pada hari Senin 25 September 2006 di kantor Perwakilan PTPN-V Jakarta, telah ditanda-tangani kerjasama antara pihak PT PTPN-V, PT Rekayasa Industri dan PT Ganesha energy untuk rencana pembangunan pabrik Biodiesel 20 ton/hari di Riau. Tampak pada foto, Dirut PT PTPN-V Iman hersuroso, Dirut PT Ganesha energy Achmad setiadi dan juga Dirut PT Rekayasa Industri Triharyo soesilo menanda-tangani piagam kerja sama untuk pembangunan pabrik Biodiesel tersebut. Skema kerjasama akan menerapkan pola yang telah berhasil dilaksanakan di PT PTPN-IV. Acara tanda-tangan ini juga dihadiri oleh management PT Ganesha energy lainnya seperti Djasli djamarus, Lisminto, Eddy entum & Munir

Wednesday, September 13, 2006

PAPERS & PRESENTATIONS ON BIOFUEL, BIODIESEL & JATROPHA CURCAS (JARAK PAGAR)

EUROPE BIODIESEL INDUSTRY

  • Biodiesel production & marketing in Germany (download 1.6MB) - Early 2002
  • Europe Biodiesel industry (download 3.3MB) - April 2006
  • European Union Biofuel strategy (download 122KB - Mid 2006
  • WORLDWIDE BIOFUEL INDUSTRY

  • Biofuel worldwide status (download 1.4MB) - June 2006
  • Biofuel worldwide presentation (download 1.4MB) - June 2006
  • Short and long term look on Biofuel (download 22KB) - June 2006
  • INDONESIAN BIODIESEL INDUSTRY

  • Status Industri Biodiesel industri di Indonesia (download 4.1MB) - September 2006
  • Bagaimana petani Malaysia memiliki pabrik (download 491KB) Model PT Ganesha Energy
  • TEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN BIODIESEL

  • Teknologi pembuatan Biodiesel - Energea (download 295KB) - 2005
  • Teknologi pembuatan Biodiesel - Lurgi (download 206KB) - 2005
  • JARAK PAGAR

  • Penanaman Jarak pagar di India (download 56KB) - 2003
  • Penanaman Jarak pagar di Indonesia (download 8.3MB) - September 2006
  • Buku tentang Jarak pagar (download 785KB) - 1996
  • Presentasi Mittelbach (download 1.28MB) - November 2006
  • Reboisasi dengan Jarak pagar di PT Berau Coal(download 1.1MB) - Oktober 2006
  • Penelitian Jarak pagar di Indonesia (link) - Latest information
  • Friday, September 08, 2006

    PT GANESHA ENERGY MENDAPAT TAWARAN KERJASAMA DARI MEDCO & PTPN-V

    PT Ganesha Energy mendapat tawaran untuk bekerja sama dengan PT Medco energy dan PT PTPN-V untuk membangun pabrik Biodiesel skala 8 s/d 20 ton/hari di samping pabrik minyak sawit perusahaan-perusahaan tersebut.

    Tawaran mereka sangat menarik. Medco ingin membicarakan detailnya pada hari Senin 11 September 2006. Sedangkan pihak PTPN-V berencana mencoba 1 unit dulu ditempelkan pada pabrik minyak sawit mereka dan kemudian jika berhasil maka akan membangun 11 unit. Draft kerjasama sebagimana bentuk kerjasama di PTPN-IV sudah dibicarakan dan disampaikan kepihak PTPN-V. Mereka sangat ingin segera direalisasi.

    RENCANA IMPROVEMENT DARI HASIL EVALUASI KINERJA PABRIK

    Berikut ini beberapa rekomendasi hasil evaluasi kinerja pabrik setelah mengoperasikan selama lebih dari 2 minggu :

    1. Masalah kendala tahap pencucian, diusulkan agar segera menambah satu tangki washing secepatnya.
    2. Masalah Listrik. Setuju ada Genset 250 KVA sebagai "emergency back-up". Karena listirk PLN di Parbaungan sering mati. Kami usul untuk listrik standby (bila PLN mati) bisa diambil dari PKS Adolina sebesar 25 KW (dengan perkiraan kebutuhan 11 KW motor Blower di Boiler, 11 KW motor Vacuum Pump, dan 3,7 KW Motor Agitator). Dengan 25 KW tersebut kegiatan produksi yang prioritas masih bisa berjalan sampai listrik PLN masuk kembali ( biasanya PLN mati 3-4 jam). Untuk penambahan listrik standby ini diharapkan biaya tidak terlalu mahal yaitu untuk tambahan kabel sekitar 30 Meter. Kebutuhan material akan dihitung oleh ir Syahril Munir (tenaga listrik yang menangani konstruksi). Tindak lanjut dari usulan ini pak Munir Abdullah perlu siapkan surat dari GE JKT ke Pamina.
    3. Sesuai dengan design glicerol recovery yang original untuk mendapatkan kualitas glicerol yang bisa dijual (sktr 80%) perlu dipasang HE E410. Dulu HE E410 ditunda pembuatannya karena investasinya cukup mahal, dengan material stainless steel. Diperkirakan biaya untuk HE E410 ini diatas 200 juta rupiah. Mengingat problem glicerol akan menjadi kendala kelangsungan operasi pabrik biodiesel maka pemasangan HE E410 menjadi prioritas setelah pabrik berproduksi. Saya usul bila mungkin agar investasi ini diusulkan sebagai investasi KSO ? Untuk tindak lanjut masalah ini perlu GE mengirimkan surat ke Pamina minta persetujuan untuk biaya KSO.

    Sekian, maju terus pantang mundur.
    Salam,
    B. Sedewo.

    Tuesday, September 05, 2006

    EVALUASI AKHIR PELAKSANAAN KONSTRUKSI PROYEK

    Bersama ini disampaikan Laporan Evaluasi Konstruksi Penyelesaian Proyek Biodiesel 8 TPD KSO Pamina-GE77. Dapat dilaporkan bahwa pabrik biodiesel mulai berproduksi tanggal 17 Agustus 2006 dan Performance Test dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2006. Adapun evaluasi singkatnya antara lain:

    1. Waktu penyelesaian konstruksi proyek selama 3,5 bulan sejak dimulainya kegiatan dilapangan pada awal bulan Mei 2006 sampai dengan 16 Agustus 2006.
    2. Menurut rekomendasi PT Rekayasa Industri kualitas konstruksi cukup baik dan konstruksi pabrik "minor mistakes".
    3. Kegiatan konstruksi proyek dilakukan dengan cara "Swakelola" sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan biaya jauh lebih murah dibanding bila diserahkan ke kontraktor. Hal tersebut dapat dicapai dengan system kerja menggunakan mandor borong dan memanfaatkan material (steel structure) yang ada di PT Pamina secara maksimal.
    4. Dalam kegiatan fabrikasi peralatan seperti Reactor, Heat Exchanger (Alat Penukar Panas), Vessel (Bejana Tekan) dan Tangki, secara maksimal menggunakan fabrikator dan bengkel dalam negeri (Medan, Lhokseumawe dan Jakarta).
    5. Penggunaan tenaga konstruksi yang profesional dari industri sekitar Medan Lhokseumawe dan Perbaungan, selain murah juga sangat memperlancar pekerjaan konstruksi.
    6. Penggunaan prosedur kerja sesuai standar manajemen proyek yang ditunjang dengan komunikasi tertulis melalui email, facsimile dan sms, turut membantu kelancaran pekerjaan. Disamping itu pengendalian proyek dilakukan melalui Master Project Schedule, Progress Report, dan Tracking untuk memperpendek durasi kerja.
    7. Beberapa kendala menyangkut koordinasi pada awal kegiatan konstruksi terutama berkaitan dengan perubahan design atau penyesuaian di lapangan (field adjustment) telah dapat diatasi dengan baik berkat hubungan kerja yang baik dan saling pengertian.

    Demikian disampaikan, sebagai catatan pengalaman dan untuk menjadi referensi dalam pelaksanaan proyek berikutnya serta sebagai catatan prestasi bagi Tim Konstruksi dalam Proyek Biodiesel Adoina. Terima kasih.

    Bambang sedewo

    Saturday, September 02, 2006

    PRODUK BIODIESEL SELAMA PERFORMANCE TEST - 17.5 TON/HARI

    Telah dilakukan performance test selama 68 jam dengan bahan baku RBD Olein. Produksi yang dicapai selama 68 jam adalah 28546 kg yang Biodiesel murni dan yang setengah jadi sekitar 2000 kg. Dengan produksi tersebut maka pabrik Biodiesel capai sekitar 17.5 ton/hari. Sebuah prestasi diatas design 8 ton/hari karena juga memakai bahan baku Olein. Design 8 ton/hari menggunakan basis memakai bahan baku Stearin.

    Dalam nilai Rupiah jika diekivalenkan dengan harga solar industri (tanpa subsidi) maka nilai produksi telah capai = 28546 kg x (1/0.9 liter/kg) x Rp 6328/liter sekitar Rp. 200 juta. Keuntungan produksi harus memperhitungkan biaya bahan baku, katalis dan utilitas.

    KEBUTUHAN BAHAN BAKU DAN UTILITAS DARI HASIL PERFORMANCE TEST

    Berikut ini hasil-hasil dari operasi produksi perdana dan performance test. Kebutuhan bahan baku dan katalis per 100 kg produk :

    • CPO 102 kg
    • Methanol 13.4 kg
    • KOH 1.6 kg
    • H2SO4 tergantung kadar Free Fatty Acid dalam bahan baku

    Kebutuhan Utilitas

    • LP Saturated Steam (4 bar) 1 ton/h
    • Water 25 kg/100 kg product
    • Cooling Water System à 70 ton/h (circulated)
    • Instrument air dan Plant air sangat minim
    • Nitrogen sangat minim (for Tank blanketing)
    • Listrik 600 kWh/day

    Saturday, August 19, 2006

    KUALITAS PRODUK PERDANA 17 AGUSTUS 2006

    Kualitas Produk Perdana Biodiesel pada tanggal 17 Agustus dibandingkan terhadap European standard EN-14214 yang dianalisa di laboratorium PTPN-4 adalah sbb :

    –Angka Asam 0.16 ( 0.50 max)
    –Gliserol Bebas 0.02 (0.02 max)
    –Gliserol Total 0.31* (0.24 max)
    –Kadar Ester 97.43 (96.5 min)

    Angka Gliserol masih agak tinggi dan sedang akan terus diperbaiki. Analisa pembanding juga sedang dilakukan di ITB.

    Friday, August 18, 2006

    PRODUKSI BIODIESEL PERDANA DIUJI-COBA PADA HARI KEMERDEKAAN

    Inilah produk perdana Biodiesel hasil Pabrik milik ITB-77. Disebelah kiri adalah botol dari produk reaksi esterfikasi (masih tahap intermediate). Sedangkan disebelah kanan adalah produk Biodiesel setelah melalui proses pemurnian. Pada tanggal 17 Agustus 2006, produk Biodiesel ini telah diteliti dan dichek oleh Dr Iman dan juga Dr Tirto dari ITB, yang khusus diundang dan datang ke medan. Mereka mengkonfirmasi bahwa kualitasnya dapat digunakan dengan baik untuk mesin bakar, misal mobil kijang. Akhirnya pada hari tersebut, Biodiesel hasil pabrik milik ITB-77 tersebut dimasukan kedalam mobil kijang milik PT PTPN-4 disaksikan oleh para pimpinan PT PTPN-4. Mobil kemudian dikendarai dan berjalan tanpa hambatan. Sebuah peristiwa sederhana dalam memerdekakan bangsa dari ketergantungan terhadap Bahan bakar minyak bumi.

    Thursday, August 17, 2006

    TEAM OPERASI BEKERJA HINGGA LARUT MALAM


    Akhirnya pada tanggal 16 Agustus 2006 jam 14:30 batch Biodiesel produksi pertama telah dihasilkan oleh pabrik Biodiesel PT Ganesha energy. Sedangkan batch kedua dihasilkan setelah pemurnian pada jam 21:30. Foto disamping mengilustrasikan suasana pengoperasian pabrik di malam hari dan juga foto bersama team operasi yang dipimpin oleh pak Bambang sedewo

    PABRIK BIODIESEL MULAI DIOPERASIKAN

    Akhirnya pabrik Biodiesel milik ITB-77 pada tanggal 16 Agustus 2006 mulai dioperasikan dengan team operasi yang berasal dari PT Pamina, PT GE, ITB, PT Rekayasa Industri dan PT Pupuk Iskandar muda.
    Secara organisasi, team operasi dipimpin oleh Pak Bambang sedewo dengan panduan pengoperasian pabrik disusun oleh PT Rekayasa industri & ITB.

    Wednesday, August 16, 2006

    PABRIK MENGEJAR TARGET START PRODUKSI

    Inilah visualisasi team konstruksi sedang mengejar seluruh pekerjaaan sisa untuk penyelesaian pekerjaan instalasi pabrik. Team process engineer PT Rekayasa industri telah mencheck pada tanggal 2 s/d 4 Agustus 2006 dan memberikan berbagai check list untuk sisa-sisa pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum pabrik bisa beroperasi. Tampak sistem perpipaan pabrik sudah mulai tuntas dan bahkan sebagian sudah di-cat

    Tuesday, August 15, 2006

    3 LEVEL PABRIK SETELAH DINDING & TEMBOK DIBUKA

    Foto berikut menunjukan pabrik dalam 3 (tiga) elevasi setelah dinding (siding) dibuka dan juga tembok dijebol. Pembukaan dinding dan juga penjebolan tembok untuk memperbaiki sirkulasi udara karena methanol mudah terbakar.

    Monday, August 14, 2006

    PABRIK DARI TAMPAK SAMPING


    Berikut ini adalah foto pabrik dari samping yang menunjukan proses pemasangan atap canopy dan juga dinding pabrik telah di-cat warna hijau. Tampak sebelah kiri adalah foto tanki metanol dan sistem perpipaan menghubungkan antara tanki methanol ke pabrik

    Monday, August 07, 2006

    PENGECHECKAN OLEH AHLI PROCESS SELESAI


    Pada tanggal 5 Agustus 2006, pencheckean oleh ahli process dari PT Rekayasa industri telah selesai. Hasil pengecheckan berupa foto-foto berisi komentar seperti terlampir. Dari pengecheckan ada sekitar 70 koreksi yang harus diperbaiki oleh team konstruksi sebelum pelaksaan proses produksi bisa dimulai. Daftar koreksi ini sudah diserahkan oleh pak Redi dari PT Rekayasa industri kepada pak Iskandar

    Sunday, August 06, 2006

    PENGECHECKAN PABRIK OLEH AHLI PROCESS

    Pada tahap akhir pelaksanaan konstruksi pabrik, ahli process diperlukan untuk men-check kelengkapan dan kebenaran pekerjaan instalasi. Pada tanggal 2 s/d 4 Agustus 2006, Ir Redi, ahli process Biodiesel dari PT Rekayasa industri, telah melakukan pengecheckan dan pengamatan dari sisi teknologi process. Salah satu cara memberikan koreksi adalah dengan memberikan komentar dalam ilustrasi foto sebagaimana terlihat. Cara koreksi seperti ini mudah untuk diikuti oleh team konstrusi

    Tuesday, August 01, 2006

    PABRIK BIODIESEL SUDAH DI-CAT & HAMPIR SELESAI


    Inilah pabrik milik ITB-77 setelah dicat warna hijau muda atas inisiatif pak Iskandar. Tampak Pak Lisminto sedang berpose didepan pabrik bersama Pak Iskandar saat kunjungan ke pabrik pada tanggal 30 Juli 2006. Team sedang berusaha untuk trial operation pada tanggal 12 Agustus 2006, meski tantangan agak berat karena pekerjaan piping, electrical masih sedang dikejar terus. Cara mengejar jadwal penyelesaian adalah dengan menambah jam kerja lembur, menambah tenaga & juga peralatan. Dampaknya adalah biaya konstruksi akan sedikit naik. Hal ini sudah disetujui oleh Dirut PT GE saat kunjungan 30 Juli lalu ke lokasi pabrik.

    BOILER SUDAH OPERASI & PENYELESAIAN SISTEM PERPIPAAN


    Team proyek telah melakukan test run terhadap boiler pada tanggal 29 Juli 2006 dengan hasil yang memuaskan. Panel starter & lighting panel telah di-on-kan dan plant telah terang benderang pada tanggal 31 Juli 2006. Hasil test Boiler menunjukan bahwa masih perlu perbaikan valve regulator di softener dan juga tambahan satu buah safety valve. Bagian pabrik untuk pembuatan Biodiesel masih dalam proses penyelesaian pekerjaan perpipaan seperti telihat pada gambar. Tenaga Kerja yang digunakan pada 31 Juli adalah dari PT Ganesha Energy 8 Orang. Dari PT Pamina di Adolina 14 Orang. Vendor boiler : 6 Orang. Mandor Borong : 18 Orang. Jumlah total : 46 Orang

    Sunday, July 30, 2006

    UNIT UTILITAS PERTAMA YANG BEROPERASI ADALAH SISTEM PENDINGIN

    Dalam setiap pengoperasian pabrik yang mendekati tahap penyelesaian, umumnya unit Utilitas dioperasikan terlebih dahulu. Sedangkan untuk mengoperasikan unit-unit utilitas di pabrik Biodiesel milik ITB-77, team proyek perlu mengoperasikan unit pendingin terlebih dahulu. Unit pendingin ini terdiri dari cooling tower dan pompa pendingin. Tampak pada foto kedua unit tersebut sedang siap untuk dioperasikan.

    Friday, July 28, 2006

    "MENYISIPKAN" TOWER DIANTARA STRUKTUR


    Column (atau tower) C-422 yang difabrikasi di Industri Peralatan Pabrik (IPP) PT Pupuk Iskandar Muda telah tiba disite tgl 22 Juli 2006. Namun karena peralatan ini datangnya terakhir maka harus "disisipkan" diantara struktur yang telah selesai terpasang. Namun berkat kemahiran pak Iskandar dan team konstruksi, maka pelaksanaan pemasangan ini dapat berjalan relatif lancar.

    PEMASANGAN REAKTOR YANG RELATIF SULIT


    Reaktor terakhir yang di-fabrikasi di PT Astajaya, Medan telah sampai di site tanggal 22 Juli 2006. Namun karena ukurannya sangat besar dengan posisi ditengah pabrik, maka pemasangan alat tersebut menjadi sangat sulit. Hal ini dikarenakan alat-alat lainnya yang datang lebih awal sudah terlebih dahulu terpasang

    BOILER SUDAH SELESAI TERPASANG


    Boiler mulai diinstal oleh supervisi pak Bayu yang tiba disite tanggal 18 Juli 2006. Tampak foto dari sisi Timur dan juga dari sisi Barat. Namun Shell storage (gudang cangkang) diminta oleh pihak PTPN IV untuk didesain lebih baik lagi, khususnya untuk transport cangkang ke boiler. Salah satu alternatifnya adalah dengan memakai screw conveyor yang disediakan PTPN IV dari screw bekas yang masih relatif baik kondisinya.

    Wednesday, July 26, 2006

    MODAL YANG DISETOR Rp. 2,887 MILYARD

    Setelah melakukan cek perhitungan dengan seksama, dengan ini dilaporkan bahwa jumlah modal yang terkumpul pada waktu right issue yang lalu adalah 910 juta (910 lembar saham). Dengan demikian modal perusahaan yang telah disetor adalah berjumlah Rp 2, 887 M (dua milyard delapan ratus delapan puluh tujuh juta)

    Adapun rekapitulasi modal perusahaan berdasarkan jurusan dari pemegang saham adalah sbb:
    Jurusan - jumlah pemegang saham - jumlah rupiah dalam juta

    AR - 8 -166
    BI - 2 - 45
    EL - 12 - 498
    FI - 1 - 5
    FT - 6 - 42
    GD - 1 - 5
    GM - 1 - 95
    KI - 1 - 12
    MA - 2 - 45
    MS - 8 - 318
    SI - 3 - 471
    TI - 5 - 146
    TK - 22 - 1029
    TP - 1 - 10

    ITB - 73 - 2887

    Djasli djamarus
    Komisaris

    Monday, July 17, 2006

    TANKI-TANKI FIBER TELAH DATANG & LANGSUNG DIPASANG

    3 buah tanki fibre yang dikirim dari Jakarta telah tiba di site tgl 12-07-06. Dari 3 tanki tersebut, 2 tanki fiber telah selesai dipasang (foto terlampir). Foto ini menunjukan tanki fiber untuk Methanol Buffer tank telah dipasang tepat diatas fondasi yang telah lama selesai. Kemudian dengan cepat pula, sistem perpipaan ke tanki tersebut kemudian langsung di-sambung pada tanki yang telah terpasang.

    PEKERJAAN LISTRIK DIMULAI DENGAN INSTALASI PANEL

    Pekerjaan persiapan instalasi listrik seperti pondasi panel starter dan pembobokan lantai untuk line cable dimulai. Gambar ini menunjukan ilustrasi panel listrik yang dibeli dan dipasang pada pabrik Biodiesel milik ITB-77. Panel listrik ini untuk membagi sumber listrik ke peralatan-peralatan yang memerlukan aliran listrik seperti pengaduk, pompa, panel lampu dll.

    FONDASI BOILER SUDAH SELESAI DI-COR TEPAT DENGAN KEDATANGAN BOILER


    Boiler tambahan yang ditentukan pada saat-saat terakhir, khususnya untuk menambah kehandalan operasi telah tiba disite tgl 15-07-06 ( foto terlampir). Fondasi boiler-nya sendiri telah selesai dicor tgl 13-07-06 dan dalam process curing time. Menurut rencana tgl 18-07-06 boiler package akan dipasang apabila supervisor instalasi Boiler (Bpk Bayu) telah tiba di site.

    Friday, July 14, 2006

    RIGHTS ISSUE DITUTUP - SETORAN TAMBAHAN Rp 849 JUTA (150% DIATAS TARGET)

    Berdasarkan cetakan rekening PTGE di BRI, sampai jam 14.00, hari ini sudah masuk setoran sejumlah Rp. 849 juta. Dari jumlah tersebut sudah terdeteksi pengirimnya: 838 juta, jadi belum terdeteksi pengirimnya 11 juta.

    Namun demikian berdasarkan laporan ke saya, masih ada "uang dijalan" (dalam proses transfer pada tanggal 13 atau 14, belum sampai ke BRI), kalau tidak salah hitung, sejumlah Rp 51 juta. Jadi kemungkinan uang masuk ke PTGE adalah 900 juta (150% dari yang diharapkan direksi).

    Dengan demikian status dana investasi pada tanggal 14 Juli 2006 adalah :
    • Setoran pertama dari penjualan saham perdana : Rp 1.977.000.000
    • Setoran yang masuk dari transafer rights issue : Rp. 849.000.000
    • Setoran yang masih dalam proses transfer : Rp. 51.000.000

    Demikian informasi & sekaligus menutup masa rights issue PT GE

    Djasli djamarus

    POMPA VACUUM AKHIRNYA SELESAI DI-INSPEKSI DAN MENUJU SITE


    Akhirnya pompa vacuum, salah satu peralatan yang fabrikasinya terlama telah selesai di-inspeksi dan diberangkatkan menuju Adolina Medan. Tampak pada foto, pak Munir dan team melakuan inspeksi terakhir. Dengan demikian, hampir seluruh peralatan-peralatan utama proyek pabrik Biodiesel 8 ton/hari telah dikirimkan ke lokasi pabrik

    Wednesday, July 12, 2006

    DIRUT PTPN 4 SIDAK KE PABRIK BIODIESEL


    Tanggal 11 Juli 2006 yang lalu Direktur Utama PTPN 4 (Bp. Ir. Dahlan Harahap) didampingi Direktur Produksi (Bp. Ir. Balaman) dan Direksi PT Pamina (Bp. Mahyuzar, SE) berkunjung ke lokasi Pabrik Biodiesel di Adolina untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Pabrik Biodiesel 8 ton per hari.
    Seperti terlihat dalam gambar diatas, Kepala Proyek (Ir. Iskandar MT) menjelaskan tentang progres proyek, kegiatan yang telah, sedang dan akan dikerjakan serta kendala yang dihadapi.
    Kunjungan Dirut PTPN 4 ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Beliau kepada KSO (Kerjasama Operasi) GE-PAMINA agar kegiatan konstruksi bisa segera diselesaikan dan dapat berproduksi dalam waktu dekat ini. (dwo).

    Saturday, July 08, 2006

    STATUS INVESTASI DANA 8 JULI 2006

    Sampai dengan 8 Juli 2006, jumlah komitmen pembelian saham dari pelaksanaan rights issue yang diluncurkan oleh management PT Ganesha Energy pada awal Juni 2006, adalah +/- 750 lembar saham baru (Rp. 750 juta), atau Rp 150 juta melebihi kebutuhan dana yang diperlukan (Rp 600 juta) untuk menyelesaikan pabrik biodiesel dengan kapasitas 8 TPD. Sedangkan yang telah menyetorkan dananya mencapai Rp 150 juta.

    Kepada yang belum menyetorkan, dimohon untuk segera menyetorkan komitmennya ke rekening: PT. Ganesha Energi 77 di BRI cabang Warung Buncit no: 0341-01-000435 308. Jangan lupa bukti transfer di fax ke PT GE: 021- 7900870, attn: Ir. Achmad Setiadi (Dicky). Deadline penyetoran tanggal 14 Juli 2006.

    Dengan demikian jumlah setoran pada hari ini adalah :
    • Setoran pertama : Rp 1.977.000.000
    • Setoran yang sudah masuk : Rp. 150.000.000
    • Komitmen yang belum masuk : Rp. 600.000.000
    Demikian informasi

    Salam
    Djasli Djamarus

    Friday, July 07, 2006

    PEKERJAAN PIPING DIMULAI

    Tahapan akhir pembangunan pabrik setelah pemasangan peralatan adalah pemasangan sistem perpipaan. Mengingat peralatan belum semua berdatangan, maka team pelaksana konstruksi di lapangan memulai pekerjaan pemasangan pipa di atas rak pipa atau lebih dikenal dengan nama pipe rack sambil menunggu kedatangan peralatan dari Jakarta, Medan dan Lhoseumawe

    PENAMBAHAN SISTEM BOILER DENGAN GUNAKAN BAHAN BAKAR CANGKANG

    Untuk meningkatkan kehandalan dan juga menghemat biaya, maka management PT GE memutuskan untuk membeli boiler dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit. Namun karena keputusan ini baru dilakukan pada bulan Mei maka perlu upaya yang sangat cepat untuk menyelesaikan tambahan sistem ini. Berikut ini beberapa informasi terakhir tentang pemasangan Boiler menggunakan cangkang tersebut. Lokasi package Boiler sudah disepakati dan ditanda tangani Pamina dan PTPN IV, yaitu didalam bangunan main process pada tangal 29 Juni 2006. Approved Lay out sudah dikirim ke Vendor untuk dievaluasi. Lokasi shell storage (gudang cangkang ) didesain terpisah dan dibangun sesudah vendor tiba disite agar didapat konsep yang efisien dlm pengoperasiannya. Untuk megejar waktu, maka dibuat pondasi raft/pondasi tikar yang dijoint dengan plat lantai existing. Cerobong Chimney dijoint dengan kolom baja sehingga tidak memerlukan pondasi khusus. Telah dilakukan pembelian material pondasi boiler dan penunjukan langsung mandor borong agar pekerjaan dapat segera dimulai ( equipment boiler berangkat tgl 5 Juli dari Jakarta )

    Thursday, July 06, 2006

    INSPEKSI POMPA DAN STATUS PENGIRIMAN PERALATAN


    Berikut ini beberapa informasi tentang status terakhir pengiriman peralatan pabrik :
    1. Pompa standard
    Difabrikasi oleh Grundfos. Kamis 6 Juli 2006 telah dilakukan inspeksi ke Pulogadung, rencana akan langsung dikirim ke Adolina.
    2. Pompa vacuum
    Rencana Senin 10 Juli 2006 akan dilakukan inspeksi ke pabrik.
    3. Tanki fiber
    Menurut rencana 3 buah tangki fiber, pada hari Sabtu 8 Juli akan dipasang flange-nya di pabrik. Kemudian tanki-tanki tersebut akan langsung dikirim ke Adolina bila telah diinspeksi sesuai.
    4. Boiler
    Boiler telah berangkat Hari Kamis 6 Juli. Ir Iwan dari PT GE 77 sudah inspeksi ke workshop.
    5. Ejector
    Rencana semula fabrikasi di PIM, dialihkan ke fabricator Vessel & Reaktor di Medan (Astajaya), saat ini baru mau issue shop drawing. Menurut perkiraan fabrikasi alat ini akan memakan waktu selama 1 minggu (bubut dll) bila bahan Stainless steel material tersedia.

    Sunday, June 25, 2006

    MENGHEMAT DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN YANG ADA


    Selain membeli dan membuat peralatan-peralatan baru seperti di Medan dan Lhokseumawe, team konstruksi PT Ganesha energy yang dipimpin oleh pak Iskandar terus berupaya menghemat biaya. Salah satu caranya adalah menggunakan dan memodifikasi material dan peralatan yang tidak digunakan lagi oleh PT Pamina. Foto ini menunjukan modifikasi vessel yang tidak digunakan di PT Pamina untuk dijadikan vessel untuk pabrik Biodiesel. Team konstruksi juga melakukan pemanfaatan struktur besi baja dari pabrik yang sudah tidak beroperasi lagi di PT Pamina.

    BERPACU DALAM FABRIKASI - PEMBUATAN REACTOR DAN VESSEL DI MEDAN


    Berpacu dengan waktu untuk bisa selesai konstruksi akhir Juli 2006, maka fabrikasi peralatan juga dikejar harus selesai paling lambat pertengahan bulan Juli. Progress fabrikasi peralatan utama seperti Reactor dan Vessel yang dilakukan di Medan cukup baik, status per 21 Juni 2006 seperti terlihat dalam foto telah melewati tahap pengerolan dan pengelasan. Tahapan selanjutnya pemasangan cover, internal part, coil dan nozzles. Setelah dilakukan test dengan hasil bagus, kemudian akan dipasang agitator dengan motornya. (dwo)

    Thursday, June 22, 2006

    PEMASANGAN HEAT EXCHANGERS


    Heat exchanger yang difabrikasi di shop PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) telah dikirim ke Adolina, Medan. Heat exchanger E-115 & E-285 langsung dipasang oleh team konstruksi pada hari kedua peralatan tersebut diterima.

    Saturday, June 17, 2006

    FABRIKASI HEAT EXCHANGERS TELAH SELESAI


    Terlampir adalah foto Penetrant Test dari 2 (dua) Heat exchangers (HE) yang dibuat di PT PIM. Test kebocoran ini dilakukan pada Kamis tanggal 15 Juni 2006. Alhamdulilah, penetrant test hasilnya bagus, artinya pengelasan tube ke tube sheet baik. Kabar gembira, Jika tidak ada halangan maka kedua HE tersebut, pada akhir minggu ini akan dikirimkan ke site di Adolina. Insya Allah. Dan kalau sempat akan dilakukan primer coat di shop PT PIM. Informasi ini diperoleh dari pak Bambang sedewo yang terus memonitor di Lhokseumawe

    Friday, June 16, 2006

    FABRIKASI TANKI & PROTEKSI TANKI YANG ADA

    Pada foto terlihat pembuatan Bund wall (dinding proteksi) disekitar tanki yang direncanakan untuk menyimpan Methanol. Dinding beton tersebut digunakan untuk mencegah larutan Methanol tercecer bila tanki mengalami kebocoran. Bund wall tersebut dipasang karena Methanol mempunyai sifat toksik(beracun) dan flammable (mudah terbakar). Bund wall saat ini sudah selesai proses leak test. Sedangkan tangki-tangki reaktor pembuatan biodiesel dibuat di PT Astajaya, Medan.

    PEMASANGAN TANGGA KE ELEVASI 3M & 5,3M


    Foto-foto ini menunjukan pemasangan tangga untuk ke platform pada eleveasi 3 M dan juga elevasi 5,3M. Elevasi-elevasi tersebut merupakan tempat platform para operator pabrik mengoperasikan dan mengendalikan proses produksi pabrik Biodiesel

    PEMASANGAN STEEL HAMPIR SELESAI


    Foto-foto ini menunjukan pemasangan steel structure untuk dudukan peralatan di elevasi 3 meter dan 5,3 meter. Jumlah tenaga kerja pada tanggal 13 Juni adalah sbb : dari PT Ganesha Energy 2 Orang, Team dari Pamina Adolina 8 Orang, Pekerja dari Mandor Borong 16 Orang. Total ada 27 Orang

    Friday, June 09, 2006

    LAPORAN PENGERJAAN PABRIK OLEH PROJECT MANAGER

    Berikut adalah sekelumit e-mail dari pak Bambang Sadewo dengan team konstruksi yang dipimpin pak Iskandar di Adolina, Sumut dan juga team pengendali proyek yang dipimpin pak Munir di Jakarta. E-mail ini dapat mengilustrasikan betapa kritisnya proyek ini dan juga upaya-upaya yang sedang dilakukan oleh team proyek

    E-MAIL PAK BAMBANG SADEWO
    1. Saya akan konsentrasi utk monitor fabrikasi peralatan di PT Astajaya dan juga di shop PT PIM utk Heat exchanger. Disini masih ada peluang utk bisa selesai pada minggu kedua Juli 06.
    2. Pembelian bulk piping & accessories saat ini benar2 kritis karena harus mulai fabrikasi pada pertengahan Juni 06. Sementara pembelian masih belum dilakukan karena estimasi harga masih tinggi. Saran saya kita coba kurangi jumlah material yang akan dibeli (hanya yg prioritas saja), misal Control Valve hanya dibeli dulu sebagian saja. Batasan budget diusulkan Rp 320 Juta (dari estimasi Rp 460 Juta). Sisa material lainnya dibeli setelah pabrik jalan !!!
    3. Pompa perlu dilihat ke pabrikan untuk memperkirakan actual delivery. Mungkin pak Munir bisa mengatur dan meminta engineer dari PT Rekayasa industri untuk melihatnya.
    4. Mengenai Boiler, saya kira ini bisa menjadi kendala serius utk mengejar schedule pabrik beroperasi akhir Juli 06. Pemakaian cangkang perlu tambahan persiapan lagi. Pak Munir, kapan boiler mau dikirimkan ke Medan ? Sebagai alternatif, Kalo bisa tetap dicari juga Boiler dengan ukuran kecil, misal: 500-600 Kg/jam jumlah 2 buah.
    5. Untuk fabrikasi piping, sambil menunggu kedatangan material, segera disiapkan bengkel fabrikasinya. Sdr. Sagimin akan diusulkan ke Adolina 19 Juni untuk mengatur pabrikasi piping.
    6. Untuk Instrumentasi, kami tunggu pak Munir apakah perlu bantuan tenaga dari lhokseumawe (ir. Syahriel Munir) untuk membantu evaluasi listrik & instrument ?
    7. Pak Nanang, Diusulkan teleconference bertiga (Jakarta, Lhokseumawe dan Adolina) via yahoo messnger, hari senin/selasa jam 10.30 ? untuk bahas laporan pak Iskandar ini. Mohon masing2 daftar di Yahoo, Alhamdulilah kalau sdh ada (misal saya yaitu bangdewo@yahoo.com).
    Sekian, mohon tanggapan dan dukungan dari rekan2 semua.
    Wassalam,
    B. Sedewo.

    506 SAHAM BARU TERJUAL

    Perkembangan status rights issue saham baru sampai dengan 8 Juni 2006 adalah sebagai berikut : dari 1,977 saham, sudah 506 saham baru terjual kepada para pemilik saham lama.

    TANYA JAWAB (Q&A) TENTANG RIGHTS ISSUE

    HALIM : Selamat untuk inisiatif yang ciamik. Mohon, kalau nantinya terkumpul diatas 600jt, agar rencana penggunaan dana lebih ini dibahas dahulu dalam rapat pemegang saham.
    DJASLI : OK, akan disampaikan dalam rapat pemegang saham

    AZA : Jadi apa saja opsi Rights issue dan bagaimana saya mendapatkan gain ?
    DJASLI : Berapapun nilai gain, memang kesempatan ini hanya diberikan haknya kepada pemegang saham yang lama. Jadi opsi-opsinya adalah :
    Opsi-1 : Akan dipergunakan dengan membeli dengan harga Rp 1 juta, silahkan saja beli lagi
    Opsi-2 : Tidak dipergunakan juga tidak apa-2, tentu persentase saham akan mengecil bila teman-teman lain membeli (diluted)
    Opsi-3 : Dilepas ke teman lain tanpa margin juga boleh (what a nice friendship)
    Opsi-4 : Dilepas ke teman lain dengan margin juga silahkan saja. Transaksinya diatur sendiri (person to person)

    AZA: Apakah pemegang saham yang lama sudah diberikan bukti sertifikat saham ?
    DJASLI: Dari 73 pemegang saham yang tercatat 16 sudah lengkap datanya, dan sebenarnya sudah bisa dicetak sertifikatnya. (AZA sendiri belum lengkap datanya/belum tercatat alamatnya). Karena lembaran saham tersebut akan dicetak dengan menggunakan mail merge (sekaligus semuanya dengan data) maka keinginan mencetak itu belum jadi dilaksanakan. Mengingat sebentar lagi akan ada perubahan komposisi, maka mungkin kita tunggu saja sampai proses right issue ini selesai. Sudah saya minta kepada Direksi untuk tidak perlu menunggu lengkap semua.

    HALIM: Terkait dengan pencetakan saham, kalau diperlukan bantuan untuk menjalankan administrasinya (persepsi saya hal ini agak terlewatkan sebenarnya, karena kesibukan yang luar biasa di EPC), gimana kalau di broadcast saja untuk mencari 1-2 tenaga dari teman2, untuk dapat meluangkan waktu dalam membantu mengumpulkan data2 yang diperlukan..
    DJASLI: Sementara ini, sekertarisnya Pak Dicky (Dirut PT Ganesha energy) yang sedang membantu ...

    AZA: Jika seluruh pemegang saham menggunakan semua haknya berarti akan terkumpul dana segar Rp. 1,977 Milyard lagi ? Berarti akan kelebihan Rp. 1,377 milyard untuk modal kerja ? atau untuk investasi lagi di mesin biodiesel yang berikutnya ?

    DJASLI: Penggunaan dana diarahkan untuk perencanaan pabrik baru 100 TPD, kira-2 langkahnya adalah sbb:
    Pembentukan Divisi/Unit/anak perusahaan pengembangan Teknologi Biodiesel (membuat proses continue), yang bertujuan untuk memadirikan PT GE terhadap ketergantungan yang ada sekarang (GE ingin men-desain pabriknya sendiri yang prosesnya continue). Sumber bahan baku sudah ada (PTPN), investor sudah minta untuk membuat MOU dengan PT GE, pencari market (Eropa) sudah menyatakan kesediaannya memasarkan produk GE.

    HOLLAND : Saya akan excersice 30 lembar dari right saya. Dana akan saya transfer sebelum 14 Juli. Selebihnya akan saya lelang dalam bentuk 10 (sepuluh) lembaran. Seluruh margin dari hasil lelang akan saya sumbangkan ke YBG.
    DJASLI : It is a brilliant idea my friend !

    RINALDI : Mohon direkonfirmasi batas waktu setoran 14 Juni atau 14 Juli 2006
    DJASLI : 14 Juli 2006

    ROSTINA : Bukti trasnfer di-fax kemana ?
    DJASLI : Fax PT GE: 021- 7900870, attn: Ir. Achmad Setiadi (Dicky)

    ALAT PENUKAR PANAS MULAI DIFABRIKASI



    Salah satu alat di pabrik Biodiesel ITB-77 adalah alat penukar panas atau Heat exchanger. Alat ini berfungsi untuk mendinginkan atau memanaskan sebuah fluida. Salah satu design alat penukar panas yang paling standard adalah bentuk shell & tube heat exchanger. Tampak diatas tube yang telah disusun rapih dan juga tube sheet yang telah dilakukan pengeboran. Tube sheet adalah bagian yang menahan seluruh tube menjadi satu kesatuan. Foto-foto diatas merupakan kegiatan fabrikasi alat heat exchanger E-115 di shop PT Pupuk Iskandar Muda, Lhokseumawe, Aceh.

    Thursday, June 08, 2006

    MATERIAL UNTUK PEMBUATAN BEJANA TEKAN TELAH BERDATANGAN


    Material untuk pembuatan peralatan bejana tekan (column) dan juga penukar panas (heat exchanger) telah mulai berdatangan di fabrication shop milik PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe, Aceh. Tampak pak Bambang sadewo sedang memeriksa kedatangan material tersebut.

    Monday, June 05, 2006

    RIGHTS ISSUE SAHAM PT GANESHA ENERGY

    Para pemegang saham yth

    Bersama dengan ini saya beritahukan bahwa dalam rangka penyelesaian pabrik Bio Diesel di SumUt, Direksi PT GE mengalami kekurangan dana sebesar +/- 600 juta. Tadi malam (5 Juni 2006) telah diputuskan skenario pencarian dana tambahan tersebut dengan melakukan right issue kepada pemegang saham saat ini, dan bila masih terdapat kekurangan (tidak terkumpul 600 juta), akan dilakukan pencarian hutang komersial dengan prioritas tetap kepada rekan-2 77.

    Adapun rincian ketentuan/tindakan yang akan dilakukan adalah sbb:
    1. Setiap pemegang 1 lembar saham PT GE yang tercatat pada tanggal 1 Juni, diberikan hak membeli 1 lembar saham PT GE dengan harga yang sama ( 1 juta rupiah per lembar)
    2. Apabila ada pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, maka hak tersebut hanya dapat dialihkan kepada pemegang saham yang lain, dengan sepengetahuan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.
    3. Penjualan saham dilakukan mulai tgl 6 Juni 2006, dengan cara menyetor uang sejumlah n * 1 juta (n adalah jumlah saham tambahan yang diinginkan, lebih kecil atau sama dengan jumlah saham yang dimiliki sekarang) ke: rekening PT. Ganesha Energi 77 di BRI cabang Warung Buncit, dengan no rekening: 0341-01-000435 308
    4. Pembelian saham ditutup pada tanggal 14 Juli 2006 (setoran setelah tanggal ini akan dikembalikan)

    Contoh:
    Jumlah saham saya 10 lembar, jadi saya berhak membeli HANYA 10 lembar saham tambahan. Bila saya ingin membeli lebih dari 10 lembar (misal 25 lembar), maka saya HARUS mencari pemegang saham lain yang menyatakan tidak menggunakan HAK nya secara penuh (misal MR. X yang mempunyai 75 lembar tetapi hanya ingin membeli 60 lembar saham tambahan). Dengan demikian saya harus menyetor sejumlah 25 juta ke rekening BRI yang telah disebutkan diatas

    Demikian kami sampaikan hasil rapat Direksi pada tanggal 5 Juni 2006

    Salam
    Djasli Djamarus - Komisaris perusahaan

    Saturday, June 03, 2006

    PEMASANGAN STRUKTUR BAJA DIMULAI



    Selain pekerjaan fondasi, saat ini juga sedang dimulai pemasangan struktur baja di pabrik Biodiesel. Sebagian besar struktur baja adalah struktur dari pabrik yang telah tidak digunakan

    TAHAPAN VISUALISASI PABRIK BIODIESEL

    FOTO PABRIK TERKINI

    Visualisasi tahapan-tahapan perkembangan pabrik


  • VISUALISASI DESIGN ENGINEERING
  • Visualisasi design Januari 2006 - 27 Januari 2006
  • Visualisasi design Februari 2006 - 3 Februari 2006
  • Visualisasi design Mei 2006 - 19 Mei 2006


  • VISUALISASI KONSTRUKSI
  • Pengecoran fondasi Juni 2006 - 2 Juni 2006
  • Pemasangan struktur baja Juni 2006 - 3 Juni 2006
  • Pemasangan struktur baja selesai Juni 2006 - 16 Juni 2006
  • Pemasangan tangga Juni 2006 - 16 Juni 2006
  • Boiler sudah terpasang Juli 2006 - 28 Juli 2006
  • Pabrik sudah di cat Agustus 2006 - 1 Agustus 2006


  • VISUALISASI PRODUKSI
  • Mengejar target produksi Agustus 2006 - 16 Agustus 2006
  • Pabrik mulai dioperasikan Agustus 2006 - 16 Agustus 2006
  • Team Operasi di malam hari Agustus 2006 - 17 Agustus 2006
  • Produksi perdana Agustus 2006 - 17 Agustus 2006
  • Pabrik pada akhir Oktober 2006 - 30 Oktober 2006
  • Pabrik setelah KSO berjalan November 2006 - 15 November 2006
  • DIRUT PTPN 4 TINJAU LOKASI PROYEK


    Beberapa hari yang lalu Dirut PTPN 4 Bapak Dahlan Harahap meninjau lokasi Proyek Biodiesel Adolina, seperti tampak pada foto. Kunjungan ini untuk melihat perkembangan lapangan sekaligus sebagai bentuk dukungan serta dorongan agar proyek bisa selesai akhir bulan Juli 2006. Pak Dahlan berharap agar proyek ini dapat diselesaikan akhir Juli 2006 sebagaimana disampaikan oleh beliau saat wawancara pada BUMN Forum di Metro TV pertengahan Mei 2006 lalu.

    Kejutan kecil terjadi saat kunjungan lokasi proyek, ternyata Kepala Proyek GE 77, Ir. Iskandar MT, merupakan teman seangkatan dengan Bapak Dirut PTPN 4 sewaktu kuliah di USU (Universitas Sumatra Utara) hanya beda jurusan (Sipil dan Pertanian). Ir Iskandar adalah mantan construction manager proyek PIM-2 di Lhokseumawe. (dw)

    Friday, June 02, 2006

    PENGECORAN FONDASI DIMULAI



    Setelah melalui proses inspeksi yang cukup ketat, akhirnya pengecoran fondasi peralatan pertama di proyek Biodiesel PT Ganesha energy dimulai. Terlihat foto-foto ilustrasi kegiatan inspeksi dan juga penuangan concrete mixture.

    Thursday, May 25, 2006

    MANAGEMENT PT GANESHA ENERGY DIUNDANG PELUNCURAN BIOSOLAR PERTAMINA


    Hari Sabtu, 20 Mei 2006, Pertamina secara resmi meluncurkan biodiesel dengan nama produk Biosolar yang untuk sementara baru dapat dibeli oleh pengguna di 4 SPBU di Jakarta. Peluncuran tersebut dihadiri 3 menteri yaitu ESDM, Meneg BUMN dan Menristek. Adalah suatu kehormatan buat GE 77 yang dapat hadir dalam acara tersebut sebagai undangan Pertamina. Tampak foto management PT Ganesha energy berpose bersama Kepala Divisi BBM Pertamina - Djaelani sutomo (MS-77) yang menjadi sponsor acara.

    Tuesday, May 23, 2006

    PENGECHECKAN JADWAL PENYELESAIAN PROYEK

    Pada hari Sabtu 20 Mei 2006, sebelum dan sesudah acara peluncuran Biosolar, GE77 bersama jajaran PT Rekayasa Industri mengadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi status proyek biodiesel di Adolina, Sumut. Beberapa masalah yang mengemuka seperti fabrikasi vessel, pompa dll yang mungkin akan menjadi kendala, berhasil dicarikan solusinya. Insya Allah, akhir Juli 2006, pabrik biodiesel milik alumni itb77 mulai beroperasi. Beberapa hal yang kritis antara lain pengiriman pompa, tanki dan rencana pengadaan boiler skala kecil.

    Friday, May 19, 2006

    METRO TV MEWAWANCARAI DIREKSI PT GANESHA ENERGY


    Kamis malam 18 Mei 2006, Metro TV dalam acara BUMN Forum mewawancarai Dirut PTPN-IV Dahlan harahap dan juga Direktur PT Ganesha energy Lisminto. Dalam acara tersebut Dahlan menyampaikan bahwa pembangunan pabrik 8 ton/hari dilaksanakan oleh "putra-putri terbaik" di PT Ganesha energy. Dahlan juga menyampaikan bahwa pada bulan Juli 2006, bila produksi sukses, maka kapasitas pabrik akan ditingkatkan ke 100 ton/hari. Sedangkan Lisminto dalam acara tersebut menerima pertanyaan dari pemandu acara dan juga penelpon tentang manfaat biodiesel, dan juga teknologi proses memproduksinya. Dalam kesempatan tersebut, Lisminto menyarankan ke pemerintah untuk memberikan insentif bagi pengembangan energi alternatif.

    KONSTRUKSI TERUS BERLANJUT


    Kegiatan konstruksi pembangunan pabrik Biodiesel terus berlangsung di lokasi pabrik minyak goreng. Tampak struktur besi baja telah mulai datang dan juga pekerjaan pembuatan fondasi peralatan sedang dilaksanakan.

    GAMBAR 3-DIMENSI TERAKHIR DENGAN PABRIK DIVISUALISASIKAN DI STRUKTUR YANG TELAH ADA


    Berikut ini adalah gambar design 3-Dimensi terakhir sebagai visualisasi pabrik Biodiesel 8 ton/hari yang sedang dibangun di PT Pamina, Adolina, Medan. Design 3-Dimensi ini sudah memvisualisasikan ilustrasi struktur baja yang sudah ada di existing pabrik minyak goreng milik PT Pamina.

    KONTRAK KERJASAMA OPERASI DI-SAH-KAN NOTARIS

    Pada tanggal 18 Mei 2006 Kontrak Kerja Sama Operasi (KSO) ditanda-tangani oleh Dirut PT Ganesha energy dan PT Pamina di depan Notaris. Penanda-tanganan kontrak di Medan disaksikan pula oleh Bambang sadewo yang hadir dari Lhokseumawe.

    Wednesday, April 26, 2006

    KEGIATAN KONSTRUKSI DIMULAI

    Kegiatan konstruksi pabrik Biodiesel telah benar-benar dimulai. Foto berikut adalah ilustrasi beton sedang dibongkar untuk lokasi fondasi peralatan pabrik Biodiesel. Pembongkaran dilakukan dgn concrete breaker & cutting torch Untuk menghemat biaya, telah dilakuan peninjauan 3 Pabrik lama milik PTPN IV yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu 1 pabrik Cacao di Pabatu & 2 pabrik teh di Marjandi dan Bahbirong Ulu. Penjajakan ini untuk pengambilan besi profil bekas yang ada di pabrik-pabrik tesebut. Besi tersebut akan dibuat platform dan pipe rack pabrik Biodiesel.

    Monday, April 24, 2006

    ACARA PEMOTONGAN TUMPENG & PEMBACAAN DOA


    Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan PT Pamina dalam melaksanakan kerjasama dengan PT GE maka pertengahan April telah dilaksanakan acara dimulainya kegiatan lapangan Proyek Biodiesel Adolina. Pada foto diatas terlihat ACARA PEMOTONGAN TUMPENG di lokasi pabrik biodiesel yang akan dibangun sebagai tanda dimulainya kegiatan lapangan. Dalam acara tersebut manajemen PT Pamina memberikan penjelasan dan sekaligus sosialisasi kepada jajarannya tentang rencana pembangunan pabrik biodiesel 8 T/D. Suksesnya proyek tidak hanya ditentukan oleh perancangan alat dan mesin saja, namun juga sangat ditentukan oleh dukungan seluruh karyawan yang terlibat dalam konstruksi dan pengoperasian nantinya.

    INGAT BIODIESEL.....INGAT PAMINA !!!
    Sebagaimana diketahui PT Pamina adalah anak perusahaan PTPN IV yang merupakan perintis dalam produksi minyak goreng dan margarine, khususnya di daerah SUMUT. Kalo dimasa lalu jargon-nya: ingat Margarine ingat Pamina. Dimasa mendatang jargonnya akan berubah menjadi: ingat Biodiesel ingat Pamina. Karena Pamina akan menjadi perintis Biodiesel di SUMUT dan Indonesia. Semoga !!! (dwo).

    Friday, April 14, 2006

    MEETING RENCANA PELAKSANAAN KONSTRUKSI


    Sebagai tindak lanjut dari MOU, KSO (Kerjasama Operasi) dan SG (Supply Guarantee) yang telah ditandatangani masing-masing pada tanggal 7 Maret, 20 Maret dan 21 Maret 2006, maka telah dilakukan Rapat Koordinasi Proyek Biodiesel Adolina pada tanggal 12 April 2006 di lokasi Proyek Pabrik Biodiesel, Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai, SUMUT. Hadir dalam rapat tersebut Dirut PT Pamina (Bp. Mahyuzar, SE)dan Staf, Wakil dari PTPN IV sebagai Project Advisor (Bp. ir. Effendi Lubis dan ir. Emanuel Singarimbun), dan Wakil PT GE 77 (ir Bambang Sedewo- Penanggung Jawab Proyek dan ir. Iskandar MT- Kepala Proyek). Sedangkan ir. Ishak Z.S. dan ir. Marulam Angkat tidak bisa hadir karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

    Rapat koordinasi diatas pada intinya melaporkan tentang Perkembangan Proyek dan Rencana Pelaksanaan Konstruksi (Construction Execution Plan). Melalui pertemuan ini PT GE menegaskan kepada PT Pamina - Mitra KSO bahwa kegiatan Enginering hampir selesai dan PO (Purchase Order) peralatan utama telah ditandatangani, yang berarti PT GE telah melakukan investasi pabrik biodiesel 8 T/D, sehingga proyek harus maju terus atau No Point to Return.

    Dalam pertemuan tersebut telah pula dijelaskan Rencana Pelaksanaan Konstruksi oleh Kepala Proyek yang meliputi : Kebijakan & Pelaksanaan Konstruksi, Project Schedule, Construction Organization Chart, Site Preparation Plan, dan Safety & Security.

    Pada kesempatan diskusi pada pertemuan tersebut Dirut PT Pamina mengharapkan agar pelaksanaan kegiatan konstruksi di lapangan bisa segera dimulai sehingga ada kemajuan yang nyata di lapangan, dan bisa memanfaatkan aset dan tenaga PT Pamina secara maksimal. Untuk itu telah ditetapkan oleh PT GE mulai 11 April 2006 ir. Iskandar MT sebagai Kepala Proyek telah penuh waktu di site Adolina.

    Saturday, April 08, 2006

    PUBLIC EXPOSE SAMBIL BER-REUNI



    Pada tanggal 1 April 2006, di Hotel Salak Bogor telah diadakan reuni angkatan 1977. Dalam kesempatan tersebut dilaporkan secara keseluruhan progress proyek pabrik Biodiesel kepada seluruh pemegang saham dan juga para alumni ITB-77. Berikut ini rincian acaranya :

    1. Pemutaran Film tentang PT Ganesha Energy 77.
    2. Penjelasan Teknis Pabrik Biodiesel oleh Lisminto.
    3. Penjelasan Struktur Kerjasama Bisnis oleh Nanang Untung.
      Dijelaskan bahwa Proyek ini sudah secara legalitas selesai dengan adanya KSO antara PT GE77 dengan PT Pamina ( anak perusahaan PT PTPN 4 ). Dijelaskan skema bahan baku yang disediakan dan juga hasil produk yang akan dibeli oleh PTPN-4. Jadi secara resmi proyek ini sudah berjalan secara legal. Nanang juga jelaskan tentang komposisi bagi hasilnya dan seterusnya.
    4. Penjelasan tentang Kemajuan pembangunan proyek pembangunan pabrik oleh Bambang Sadewo.
      Dilaporkan kemajuan proyek yang Insya Allah bulan Juli 2006 pabrik akan siap untuk berproduksi. Bambang sadewo mohon kepada semua teman teman untuk mendoakan dan meberikan restu untuk kelancaran proyek ini.
    5. Penjelasan kebutuhan dana oleh Dicky Setiadi ( Dirut GE77 ).
      Hampir semua modal teman-teman sebesar 1.8M akan di pakai pembangunan pabrik dan sesuai dengan perjanjian dengan PT Pamina. Pihak PT GE77 memperhitungkan perlu menyediakan dana tambahan untuk modal kerja sebesar Rp. 600juta yang alternatifnya dapat diperoleh dari , misalnya mengeluarkan Emisi saham baru, Pinjam ke Bank, atau kerja sama dengan investor di luar angkatan 77.
    6. Penjelasan tentang Peluang baru oleh Lisminto.
      Karena kemajuan dan profesionalisme pengurus GE77, maka ada banyak pihak yang menawarkan peluang kerjasama pembangunan pabrik Bio Diesel baru yang kedua dan seterusnya. Akan tetapi fokus utama tetap kita sukseskan dahulu yang pertama di Adolina, Sumatra Utara ini.

    Inti dari seluruh presentasi Direksi GE77 adalah bahwa semua persiapan pembangunan pabrik beserta aspek bisnis, administrasi dan hukum sudah dikerjakan dan di amankan sedangkan aspek finansial yang berupa kekurangan modal kerja ( sebesar 600juta ) memerlukan bantuan tambahan masukan modal segar dari semua teman teman ITB 77

    Monday, March 27, 2006

    TANDA TANGAN KONTRAK KERJASAMA OPERASI (KSO)

    Pada tanggal 20 Maret 2006 telah dilakukan penandatangan Kerja Sama Operasi (KSO) di Medan, Sumut.
    Sebelum ditandatangani KSO telah dilakukan pembahasan intensif antara PT Pamina dan PT GE 77 dalam suasana yang kondusif dan semangat kebersamaan untuk sukses bersama.

    Pada hari berikutnya 21 Maret 2006 telah pula diselesaikan dan ditandatangani "Supply Agreement" (SA) antara PT PN IV dan Unit KSO. SA ini dimaksudkan untuk menjamin pasokan bahan baku (Stearin) bagi unit KSO.

    Friday, March 24, 2006

    TAWAR-MENAWAR TERAKHIR SEBELUM MELAKUKAN PENGADAAN PERALATAN DAN MATERIAL

    Pada tanggal 20 s/d 24 Maret 2006 proses pengadaan peralatan sedang difinalisasi berbarengan dengan finalisasi Kontrak Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak PTPN-4 & Pamina. Management PT Ganesha energy dibantu dengan team PT Rekayasa industri terus menegosiasi dengan pemasok dan fabrikan peralatan dari Surabaya, Jakarta dan Medan untuk memperoleh harga yang termurah dengan tentunya spesifikasi harus terpenuhi. Foto diatas menunjukan proses negosiasi pembelian peralatan yang antara lain mencakup pengadaan tanki metal, tanki plastik, penukar panas (heat exchanger), pompa, agitator dll. Insya Allah mulai tanggal 24 Maret 2006., Purchase Order (PO) dari PT Ganesha energy akan mulai diissue ke para fabrikan.

    Monday, March 20, 2006

    TERUS MENGUPAYAKAN PENGHEMATAN DAN PENGURANGAN BIAYA PROYEK

    Dalam upaya untuk menghemat biaya pabrik, maka beberapa peralatan yang bersifat menambah efisiensi/recovery dan juga peningkatan kehandalan akan diinstall belakangan (future). Berikut ini beberapa dampak yang akan terjadi :

    JIKA UNIT METHANOL RECOVERY & CATALYST REGENERATION DI UNIT ESTERFIKASI TIDAK DIPASANG
    Pengurangan peralatan-peralatan ini ditujukan untuk menghemat biaya, namun juga akan berdampak sbb : Konsumsi methanol akan bertambah, Catalyst special untuk sementara tidak digunakan sehingga reaksi lebih lambat, akan ada fraksi air hasil reaksi esterifikasi terbawa ke unit transestrifikasi, konsumsi KOH akan sedikit meningkat, adanya fraksi air hasil reaksi antara KOH dan H2SO4 sehingga menambah resiko penyabunan. Namun dampak-dampak ini akan dicheck lagi kemampuan peralatan tersisa dalam mengeliminasi resiko-resiko diatas.

    JIKA UNIT E-410 (METHANOL EVAPORATION HEATER) TIDAK DIPASANG
    Power consumption akan sedikit bertambah karena Glycerin Recirculation Pump (P-412) dan Methanol Recirculation Pump (P-424) akan beroperasi secara terus menerus. Volume tank T-121 juga akan bertambah untuk menampung Crude Glycerin yang lebih banyak.

    Selain pengurangan unit-unit diatas, untuk menghemat biaya, maka spare pompa juga untuk sementara tidak akan dipasang dulu pada tahap awal.

    HARGA PABRIK TERUS DI-BENCHMARK DENGAN HARGA PABRIK DARI LUAR NEGERI



    Nanang dan Halim terus menguji harga pabrik yang dibangun oleh PT Ganesha energy. Salah satu cara me-check harga adalah mencari penawaran dari supplier pabrik lain seperti dari Pacific Technology. Ternyata harga pabrik dari luar negeri jatuhnya sangat mahal dibandingkan harga pabrik PT Ganesha energy (GE). Sebagai ilustrasi untuk 800 gallon/day harganya US $ 395,000 maka per liternya $ 130. Dan utk yang 1600 gallon/day harganya US $ 495,000 maka harga per liternya $ 82.

    Sedangkan pabrik GE dengan kapasitas 8,000 ltr/day kelihatannya mirip dengan 2 modular 800 gallon atau 1,600 gallon/day karena mereka hanya kerja 5 hari dan 8 jam per hari. Untuk per liternya maka pabrik GE hanya $ 22.5, relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan harga $ 82/liter-nya harga Pacific technology. Hal ini disebabkan karena mereka membuat package yang modular dan kompak, ada peralatan lab, training, visit supervisi dari luar negeri dsb. Disisi lain harga pabrik GE, sudah termasuk harga untuk tangki produk, dan unit methanol recovery yang relatif mahal.

    Thursday, March 09, 2006

    STOP PRESS !!! - PTPN & PAMINA TANDA TANGANI MOU - PROJECT FULL SPEED !!



    Akhirnya pada tanggal 7 Maret 2006, telah ditanda-tangani MOU antara pihak-pihak PT Pamina (selaku pemasok bahan baku Stearin), PT PTPN-4 (selaku pembeli produk Biodiesel), PT Rekayasa Industri (selaku perancang pabrik) dan PT Ganesha energy (selaku pendana proyek). Penanda-tanganan ini dilakukan setelah pembahasan yang cukup intensif sebagaimana tampak dalam foto-foto diatas. Rekan Bambang sadewo menyempatkan datang dari Lhokseumawe dan juga Rekan Mulyono dari Bontang. Tahap selanjutnya adalah penanda-tanganan Kontrak Kerja Sama Operasi antara PT Pamina dan PT Ganesha energy.

    Thursday, March 02, 2006

    PRESENTASI MENGHIMPUN DANA SECARA GOTONG ROYONG

    Pada hari Kamis 23 Februari 2006, dalam acara "National Seminar on Financing Scheme For Palm and Jatropha (Jarak Pagar) Plantation and Biodiesel Project Development", yang diselenggarakan oleh Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC-LPPM) IPB, di gedung Program MMA IPB, Kampus Gunung, Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Direktur PT Ganesha energy memaparkan konsep dan cara menghimpun dana pembangunan proyek Biodiesel secara gotong royong. Presentasi ini mendapat apresiasi dari banyak pihak dan PT Ganesha energy mulai dikenal oleh publik karena kiat-kiat menghimpun dana ini.

    Saturday, February 18, 2006

    MENGGUNAKAN PERALATAN YANG ADA UNTUK MENGHEMAT BIAYA













    Untuk menghemat biaya, management PT Ganesha Energy mengupayakan semaksimal mungkin menggunakan peralatan-peralatan yang ada di existing pabrk PT Pamina Adolina. Semakin banyak peralatan yang dapat dipakai maka biaya investasi semakin murah. Namun peralatan-peralatan tersebut harus di-inspeksi terlebih dahulu. Berikut ini beberapa peralatan yang mungkin untuk dipakai di proyek Biodiesel 8 ton/hari :

    1. Fatty acid tank 60ton sebagai stearin tank
    2. Fatty acid tank 30 ton sebagi methanol tank
    3. Seeder tank 90 ton sebagai biodiesel tank
    4. Cooling tower
    5. Boiler

    Untuk meyakinkan agar peralatan tersebut dapat dipakai, maka team teknis PT Ganesha energy telah melakukan pekertjaan inspeksi sejak tanggal 11 Feb s/d tgl 18 feb 2006 yaitu:

    1. Melakukan visual inspection terhadap cacat permukaan akibat korosi, keretakan dan kelainan lainnya. Pekerjaan ini telah selesai 100 %
    2. Melakukan Inspection thickness untuk mengetahui adanya penipisan dinding tangki akibat korosi dan sebab lainnya. Pekerjaan ini telah 100 %
    3. Dilakukan pembersihan dengan power brush

    Foto-foto kegiatan tersebut dapat dilihat diatas.

    Saturday, February 04, 2006

    DANA SUDAH Rp. 1,977 MILYARD

    Pada public expose telah dikonfirmasi dan ditutup pembelian saham PT Ganesha Energy. Nilai investasi seluruh rekan2 Alumni ITB Angkatan 1977 telah mencapai Rp. 1,977 milyad (persis seperti tahun angkatan)

    Friday, February 03, 2006

    FINAL DESIGN PABRIK - "WALKTHROUGH PHASE"


    Visualisasi diatas adalah gambar pabrik Biodiesel milik ITB 77 yang sudah ditambahkan operating platform dan juga tangga serta steel structurenya. Team engineer PT Rekayasa Industri saat ini sedang berjalan-jalan didalam pabrik 3-Dimensi tersebut secara "virtual" untuk mencheck kemudahan operasi, pemeliharaan, keamanan dll. Fase ini disebut juga fase Plant Design review atau "Plant walkthrough".

    Wednesday, February 01, 2006

    SITE SURVEY DI ADOLINA




    Pada tanggal 28 dan 29 Januari 2006 telah dilakukan Site Survey untuk menentukan lokasi pabrik Biodiesel 8 T/D. Dari dua alternatif lokasi Adolina dan Belawan, berdasarkan hasil survey dengan memperhatikan berbagai faktor, maka lokasi yang terpilih adalah Adolina. Pemilihan lokasi Adolina antara lain didasarkan faktor dekatnya utilitas (Steam, Listrik, dan Air), lahan yang tersedia cukup dengan bangunan permanen yang siap bangun. Dalam survey juga diperoleh hasil yang menarik karena banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan, seperti Tangki dan Boiler. Pemanfaatan fasilitas tersebut akan dapat menekan biaya investasi dan mempercepat pembangunan proyek. (dwo).

    Tuesday, January 31, 2006

    PUBLIC EXPOSE 30 JANUARI 2006

    Atas budi baik Tedjo (SI-77), PT Ganesha energy 77 telah mengadakan public expose di Gedung Manggala Wanabakti, ruang 209-A pada tanggal 30 Januari 2006. Public expose ini melaporkan progress pembangunan pabrik Biodiesel 8 ton/hari di lokasi PTPN-4. Agenda public expose antara lain mencakup:
    • Status pengumpulan dana dari 73 investor yang mencapai Rp. 1,977 milyard (..perhatikan nilainya)
    • Progress kerja sama & kesepakatan dengan pihak PTPN-4 & PT Rekayasa Industri
    • Progress engineering & procurement peralatan pabrik
    • Rencana eksekusi proyek
    • Usulan dan diskusi skema pemasaran produk
    • Peluang kerja sama dengan rekan Bambang noto GL-73

    Banyak sekali pertanyaan, saran dan arahan dari para pemegang saham untuk mensukseskan proyek pembangunan pabrik Biodiesel 8 ton/hari.

    Saturday, January 28, 2006

    DANA PEMBANGUNAN PABRIK SUDAH Rp. 1,81 MILYARD

    Sampai dengan 29 Januari 2006, sudah ada 72 orang penyetor modal untuk PTGE 77, dengan total dana yang disetor mencapai Rp 1,810 M (satu milyard delapan ratus sepuluh juta rupiah). Jumlah kepemilikan masing-masing saham dapat dilihat pada rapat dengar pendapat PT Ganesha Energy 77 hari Senin 30 Januari 2006. Di kantornya Tedjo (SI-77), kantor PT Sapta Sarana Sejahtera, pintu-3 ruang 207-A, Gedung Manggala Wanabakti. Jam 17:00 s/d selesai

    Friday, January 27, 2006

    VISUALISASI PABRIK BIODIESEL DALAM 3-DIMENSI


    DESIGN PABRIK BIODIESEL MENDEKATI TAHAP AKHIR

    Berikut kami sampaikan progress Biodiesel 8 TPD Project:

    A. Engineering
    • Progress fisik engineering dapat dilihat pada 3-D Model dari Plant Design System software seperti tampak pada gambar diatas.
    • Process/Mechanical: Process Flow Diagram, Piping & Instrumentation Diagram, Process Datasheet untuk semua mechanical equipment, dan Requisition (dokumen pengadaan peralatan) sudah selesai.
    • Piping: Piping Material Specification dan perhitungan volume perpipaan - 1st MTO (material take-off) sudah diselesaikan, piping routing sudah dilakukan sekitar 90%. Mulai hari Senin, 30 January 2006, routing akan dirapikan bersamaan dengan integrasi platform (steel structure) dan foundation dari civil. Pipe routing kearah tie-in, insyaallah dapat dimulai setelah data didapat dari tim site survey yang berangkat ke Medan hari ini.
    • Instrument: Instrument list sudah diselesaikan, namun masih akan dilakukan detail design untuk keperluan operability, mengingat kondisi plant 8 TPD ini elevated plant dan kemungkinan adanya custody transfer antara plant ini dengan PTPN-IV. Diskusi sempat dilakukan dengan pak Dardono mengenai instrumentation/control concept yang praktis dan ekonomis.
    • Electrical: belum dimulai, namun mulai 30 January 2006, pekerjaan sizing cable dan routingnya mudah-mudahan sudah bisa dimulai, mengingat data power consumption untuk semua pumps dan cooling tower sudah didapat dari vendor per hari ini.
    • Civil: basic paltform untuk main process, basic fondation and paving sudah dilakukan. Integrasi dengan equipment layout dan piping arrangement sudah mulai dicoba pagi ini, namun masih belum sukses. Insyaallah hari Senin, 30 January 2006 akan dicoba lagi dengan tim yang lebih lengkap, melibatkan piping, mechanical, dan civil modeler. Hasil perhitungan sementara bill of quantity Civil and Structure adalah: steel structure 11500 kg, concrete volume 29 m3.

    B. Procurement:

    • Requisition yang sudah dikirim ke vendor dan fabricator adalah: Vessel, Column, Tank, Plastic Tank, Heat Exchanger, Pump, Vacuum Pump, Agitator, Cooling Tower, Piping (dari 1st MTO)
    • Yang sudah mendapat response (technical dan harga sudah masuk) : Vessel, Plastic Tank, Pump, Cooling Tower
    • Paket yang lain kemungkinan besar akan diresponse technical dan harga mulai minggu depan, sesuai janji para vendor.

    Demikian kami sampaikan progress Biodiesel 8 TPD Project.

    BREAKING NEWS !!! - PTPN-4 SETUJU PASOK BAHAN BAKU & BELI PRDDUK

    Pada tanggal 25 Januari 2006, Pak Dahlan (Direktur utama PTPN-4) telah mengirim surat kepada Direksi PT Ganesha energy bahwa PTPN-4 setuju untuk memasok bahan baku bagi pabrik Biodiesel PT Ganesha energy. Juga PTPN-4 sepakat untuk membeli seluruh produk Biodiesel yang akan diproduksi pabrik PT Ganesha energy sesuai dengan harga-harga pasar. Dengan kesepakatan ini, maka proyek pabrik Biodiesel ITB 77 sudah secara resmi terluncurkan atau “start”.

    Kamis pagi 26 Januari 2006, saya dan management PT Ganesha energy (Dicky & Lisminto) sempat bertemu dengan Marulam angkat dan Pak Dahlan di hotel Arya duta. Pak Dahlan langsung menanyakan kapan proyeknya mulai dibangun. Kami langsung jawab “…. segera !!!”. Kami sampaikan bahwa dana sudah terkumpul Rp. 1,7 Milyard dan hanya menunggu konfirmasi dari beliau mengenai pasokan bahan baku dan juga kepastian pembelian produk. Dengan surat pak Dahlan, maka proyek kami nyatakan dimulai. Kami juga sepakat dengan Pak Dahlan untuk menanda-tangani kontraknya di depan media massa (pers) sehingga PT Ganesha energy dan PTPN-4 mendapatkan expose sebagai pionir dalam bisnis Biodiesel di Indonesia. Pak Dahlan sangat semangat dengan idea pionir ini.

    Menurut rencana Jumat pagi 27 Januari 2006, management PT Ganesha energy (Dicky dan Lisminto) akan ke Medan bersama team engineering PT Rekayasa industri. Mereka akan memfinalisasi seluruh agreement dengan pihak anak perusahaan PTPN-4 (PT Pemina) yang akan menyediakan lahan dan utilitas pabrik. Team Rekayasa akan memfinalisasi interkoneksi utilitas dan juga bahan baku agar efisien dan efektif. Project manager proyek pembangunan pabrik ini yaitu rekan Bambang sadewo (TK-77) akan bergabung dari Lhokseumawe pada hari Sabtu bersama teamnya.

    Sunday, January 22, 2006

    DESIGN PABRIK DALAM 3-DIMENSI


    Gambar diatas adalah ilustrasi 3-Dimensi dari pabrik Biodiesel yang akan dibangun di PTPN-4. Design tersebut adalah karya team engineering PT Rekayasa industri. Tanggal 20 Januari 2006 seluruh dokumentasi perencanaan (engineering document) untuk membeli peralatan sudah diselesaikan oleh Team REK dan diserahkan ke management PT Ganesha energy.

    Thursday, January 19, 2006

    NOTULEN MANAGEMENT MEETING 16 JANUARI 2006

    Beberapa outstanding items pada rapat management Senin 16 Jan ’06 di kantor PT Ganesha Energy yang dihadiri oleh Asad, Mulyono, Andriano, Djasli, Lisminto, Nanang untung:

    1. PT Rekayasa industri agar diminta untuk memberikan laporan progress & jadual penyelesaian engineering works (Fachril) serta finalisasi Kontrak
    2. Bahan pembantu sourcing akan difinalisasikan sbb termasuk MSDS :
    a. KOH (Lisminto, Dewo, Munir) – 20 Jan 2006
    b. Methanol (Dewo, Munir) – 20 Jan 2006
    c. Para Toluene Sulfunic Acid (Lisminto) – 20 Jan 2006
    3. Data yang diperlukan dari Jurusan Teknologi Kimita ITB tentang performance Para Toluene Sulfunic Acid vs Sulfuric Acid
    4. Finalisasi Saham kehormatan untuk Dr Tirto dan Dr Tatang hernas dari ITB (kerjasama) dalam bentuk 5 lbr saham + 5 jt. cash
    5. Finalisasi Kerjasama dengan PTPN-4
    a. Perjanjian (jadual penyelesaian dan tanda tangan didepan Mentri BUMN)
    b. Site Visit (+ finalisasi supply chemical + unit cost shop + wawancara pegawai baru)
    6. Recruitment plan dengan rencana kedepan disesuaikan dari tahap proyek ke Operasi
    7. Hearing setelah ada kepastian progress Rekin dan juga progress finalisasi kontrak dengan PTPN4, perlu diinformasikan ke Sutejo yang menyediakan tempat
    8. Program ekspansi dengan ITB 73, dikerjakan secara paralel dengan time lag minimum (Munir mendesign concept) sebelum ditunjuk Project Officer
    9. Pertemuan dengan Bambang Noto GL’73

    Demikian yang tercatat oleh saya
    Nanang untung

    Wednesday, January 11, 2006

    STATUS ENGINEERING PABRIK & KONTRAK

    Berikut adalah beberapa informasi perkembangan kontrak-kontrak yang sedang difinalisasi oleh PT Ganesha Energi (PTGE) dengan berbagai pihak :

    1. Kontrak design pabrik antara PT Rekayasa Industri (REK) dengan PTGE telah selesai. Kontrak ini merupakan kelanjutan penelitian REK dengan ITB
    2. Requirement design pabrik telah disepakati antara team REK dan PTGE melalui rapat-rapat teknis yang intensif. Menurut rencana seluruh dokumen detail engineering akan diselesaikan oleh REK pada minggu ketiga Januari 2006.
    3. Bambang Sedewo (Project Manager pembuatan Pabrik di site) telah memeriksa dan mengkoreksi seluruh rancangan dasar (basic engineering) desain pabrik
    4. Kontrak 3-pihak antara PTGE, REK dengan PTPN IV telah selesai. Kontrak ini telah dibahas bersama Marulam angkat (liason officer PTPN-IV yang juga kebetulan TK-77)
    5. Pada 5 Januari 2006, Kontrak 3-pihak antara PTGE, REK & PTPN-IV sudah ditanda-tangani oleh Dirut REK, Dirut PTGE dan langsung dibawa oleh Marulam ke Medan untuk diperiksa pihak legal, corp secretary dan ditanda-tangani oleh dirut PTPN-IV di Medan

    Salam
    Djasli djamarus

    Tuesday, December 27, 2005

    ANALISA SENSITIVITAS INVESTASI

    Berikut ini adalah hasil sementara sensitivity analysis dampak harga jual produk, harga bahan baku, variasi kapasitas dan juga harga pabrik (CAPEX) terhadap sensitivitas pengembalian investasi (IRR)

    Analisa Sensitifitas IRR setiap perubahan 1% (Basis +/- 5%)
    Diesel Price 3.42% (+) 4.16% (-)
    Stearin Price 2.62% (+) 2.38%(-)
    Kapasitas 0.64% (+) 0.70% (-)
    CAPEX 0.14% (+) 0.15% (-)

    Dari data diatas terlihat bahwa sensitivitas investasi sangat dipengaruhi oleh harga jual Diesel dan harga bahan baku Stearin

    MASUKAN AGUS ALWIE TERHADAP NOTULEN RUPS

    Mengingat saya salah satu peserta yang hadir dalam RUPS ini dan juga sebagai pemegang saham 'resmi' maka saya ingin memberikan beberapa catatan tambahan sebagai masukan:

    1. General

    Alangkah baiknya bila optimisme diimbangi dengan perhitungan2 bisnis yang cermat sehingga dapat diperoleh gambaran prospek usaha yang lebih menyeluruh dan objektif. Seperti kita semua tentunya mengetahui bahwa sukses suatu usaha bisnis tidak hanya ditentukan oleh keahlian kita dalam hal menghasilkan produk, namun juga harus ditunjang oleh kemampuan yang memadai di bidang Finance, Marketing dan Human Resources. Ketiga hal yg saya sebutkan terakhir ini agaknya masih perlu kita perkuat.

    2. Vision & Mission

    Mengingat ini suatu unit usaha bisnis ( artinya berorientasi pada 'keuntungan' dan 'manfaat' bagi segenap stake holder ), alangkah baiknya bila Visi dan Misi perusahaan dapat benar2 mencerminkan hal ini, dimana hal ini akan merupakan pedoman utama Direksi dalam menjalankan perusahaan sekaligus sebagai alat ukur penilaian ki! nerja Direksi kelak, selain tentunya Laporan Keuangan sebagai ' technical tools' nya.

    3. Finance

    - Financial Study seyogyanya dibuat dg lebih baik, lengkap dengan mengikuti standard
    - Alangkah baiknya bila financial study tsb dapat benar2 ' bankable'
    - Perhitungan2 yg dilakukan sebaiknya lebih konservatif, misal dianggap dulu tidak ' free' dsb.
    - 'Sensitivity Analysis' spt yang diusulkan dlm RUPS adalah wajar untuk dilakukan.

    4. Marketing

    Walaupun dalam notulen disebutkan bahwa bisnis ini tidak mudah dimasuki oleh pihak lain (saya pribadi tidak terlalu sependapat dg ini), saya masih berkeyakinan bahwa strategi marketing yang handal haruslah disiapkan sejak dini, agar kita kelak benar2 dapat memasuki pasar dengan kuat dan dapat menghadapi kompetisi dengan baik, dan tidak se-mata2 mengandalkan relasi / nepotisme.

    Jaringan relasi yang kita miliki tentunya harus kita manfaatkan, namun sebaiknya jangan menimbulkan ketergantungan. Kemandirian yg kuat harus kita bangun dari awal sehingga dengan mereka kita lebih baik, namun tanpa mereka kita juga tetap dapat berkembang

    5. Human Resources

    Kita sudah sepakat untuk mengelola perusahaan ini dengan sungguh2 dan professional, oleh karena itu saya menyarankan agar Direksi dapat segera melibatkan tenaga professional dari luar, misalnya utk posisi General Manager dan Finance Manager yang dapat mengelola perusahaan ini ' day to day' secara penuh waktu! . Hal ini juga tentunya akan meringankan tugas Direksi yang biar bagaimanapun tetap memiliki tanggung jawab juga di tempat lain.

    Saya percaya bahwa ' the right man on the right place ' akan sangat berpengaruh pada keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.

    6. Others

    Tentang pendapat para pemegang saham, tentunya yang kita lihat harusnya bukanlah jumlah sahamnya, namun adanya kepercayaan yang diberikan yang merupakan amanah yang tidak boleh kita lecehkan, sia-siakan ataupun salah gunakan.

    Untuk Direksi dan Komisaris yang baru, selamat bertugas semoga sukses. Demikian sekedar sumbang saran dari saya. Terimakasih.

    Salam, Agus J. Alwie ( Ncoeng ) / AR-77

    Saturday, December 24, 2005

    STOP PRESS !!! DANA SUDAH CAPAI Rp. 1,334 MILYARD

    Djasli menginformasikan bahwa dana yang sudah masuk sudah mencapai Rp. 1,334 Milyard pada tanggal 23 Desember 2005. Sedangkan yang sudah commit tapi belum secara total mentransfer dana telah mencapai Rp. 1,751 Milyard

    Thursday, December 22, 2005

    PROFIL KOMISARIS & PENGAWAS PERUSAHAAN

    RUPS telah memutuskan Djasli djamarus sebagai komisaris dan pengawas perusahaan. Djasli saat ini menjabat sebagai Wakil dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti. Beliau baru saja sukses menyelenggarakan Lomba fisika secara nasional untuk seluruh siswa/i SMA se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Trisakti.

    Komitmen terhadap kemaslahatan & kesejahteraan masyarakat terlihat dari dedikasi Djasli yang terus menerus menangani secara tekun kegiatan sosial di Yayasan Bhakti Ganesha (YBG) - Yayasannya Alumni ITB 77 . Djasli secara tekun menseleksi dan menjalankan program beasiswa YBG, melakukan program bantuan buku sekolah dengan cara menyumbangkan secara langsung buku-buku pelajaran di kantong-kantong daerah miskin dan juga bersedia mengajar secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu bersekolah.

    Para pemegang saham PT Ganesha energy memberikan amanah kepada Djasli untuk mengawasi kegiatan perusahaan karena ketelitian dan kejujuran Djasli mengelola kegiatan dan juga dana YBG selama ini.

    RINGKASAN STUDI KELAYAKAN RENCANA INVESTASI PABRIK 8000 LITER/HARI


    BIAYA INVESTASI PABRIK
    Hasil studi menunjukan bahwa agar PT Ganesha Energy 77 dapat memproduksi bio-diesel yang layak dipasarkan ( dengan pengawasan kualitas dari PT Rekayasa Industri dan Pertamina ) sebanyak 8000 liter per hari di perlukan minimal Modal disetor minimal Rp. 1.800.000.000,- ( Satu Milyar delapan ratus juta rupiah ) pada saat hari pertama beroperasi.

    BIAYA OPERASI
    Pengeluaran rutin untuk bahan baku adalah sebesar Rp. 33.480.000,- per hari ditambah 'overhead' Rp. 2.833.333,- per hari.

    PROFITIBILITAS
    Proyek ini belum dapat memberikan keuntungan sampai dengan tahun ke 2. Pada saat tahun ketiga mulai memberikan keuntungan ( IRR = 19.69 % ) dan tahun ke 4 di proyeksikan akan memberikan keuntungan ( IRR = 31.74 % ) dan pada tahun ke 5 akan memberikan keuntungan ( IRR = 37.39 % ).

    MASUKAN DARI PEMEGANG SAHAM
    1. Biaya Pemeliharaan ( Maintenance Cost ) dan 'Contingency' perlu di masukkan dalam Perencanaan Keuangan.
    2. 'Sensitivity analysis' perlu dibuat dengan memperhitungkan kondisi ekonomi makro (khususnya harga minyak bumi yang rendah)
    3. Bukti bukti komitmen dari pemasok bahan baku dan komitmen dari pihak pembeli secara tertulis perlu difinalisasikan, khususnya sebelum peralatan difabrikasi

    NOTULEN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM PT GANESHA ENERGY 77

    Tempat : Kediaman Sdr Triharyo I. Soesilo, Jl. Mangunsarkoro no. 44, JAKARTA PUSAT
    Tanggal : 18 Desember 2005
    Waktu : Pukul 11.30 s.d 17.00

    I. Pendahuluan

    Sesuai dengan kaidah organisasi resmi yang telah di sah kan di depan Notaris maka di selenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham PT Ganesha Energy 77, selanjutnya disebut PERUSAHAAN. Rapat kali ini dihadiri 4 diantara 5 orang Pemegang Saham, yaitu:

    1. Achmad Setiadi
    2. Lisminto
    3. Asikin Abas
    4. Mohamad As'ad
    Pemegang saham yang tidak hadir dalam rapat ini adalah:
    1. Amar Rasyad

    Berdasarkan hal tersebut, maka RUPS PERUSAHAAN kali ini dihadiri oleh 80% dari pemegang saham, sehingga RUPS kali ini telah dinyatakan quorum dan dapat mengambil keputusan yang mengikat Perusahaan

    Selain dihadiri oleh Para Pemegang Saham tersebut, Rapat juga dihadiri oleh para undangan yang berminat untuk bergabung dengan PERUSAHAAN (calon Pemegang Saham), seperti terlampir, dimana dengan persetujuan Para Pemegang Saham tersebut, para calon Pemegang Saham tersebut telah dianggap sebagai Pemegang Saham dan diberi hak bicara untuk berpendapat dan memberi masukan, seperti halnya Para Pemegang Saham.

    Untuk memimpin RUPS tersebut, Direksi Perusahaan dan Para Pemegang Saham secara aklamasi menunjuk Djasli Djamarus, sebagai wakilnya untuk memimpin Pelaksanaaan RUPS tersebut, dan merumuskan semua keputusan yang diambil dalam RUPS.

    II. Keputusan RUPS

    Adapun keputusan yang telah diambil dalam rapat tersebut adalah sbb:
    1. RUPS menyetujui untuk memperluas kepemilikan saham PT GE77, dimana para undangan, mendapat prioritas untuk memiliki saham PT GE77
    2. RUPS dapat menerima laporan Direksi dengan catatan, selanjutnya sejak saat tersebut Direksi dinyatakan Demisioner
    3. RUPS menyetujui perampingan pengurus perusahaan, sehingga jumlah Komisaris menjadi 1 orang dan Direksi menajdi 2 orang, yaitu
    Direktur Utama : Achmad Setiadi
    Direktur : Lisminto
    Komisaris : Djasli Djamarus
    4. RUPS menyetujui usulan pemberian saham kehormatan (senilai dengan saham biasa) kepada Pak Tirto, Pak Iman, Pak Tatang Hernas, Ibu Chandra Widodo, YBG, masing-masing 5 lembar saham.
    5. Dalam hal PERUSAHAAN memerlukan dana tambahan, RUPS memberi kewenangan kepada Direksi untuk mengupayakan kebutuhan dana proyek dengan cara (i) Bridging, (ii) Revolving Fund (Syariah) (iii) Kerjasama Bagi hasil

    Lampiran

    Lampiran I: Daftar Acara Rapat
    1. Sambutan oleh: Ketua Alumni ITB Angkatan 77
    2. Pembukaan oleh Pimpinan Rapat: Direktur Utama PT. GE 77
    3. Pendelegasian Pimpinan Rapat kepada Wakil Para Pemegang
    4. Laporan Perkembangan PT. GE 77
    5. Pembahasan Laporan
    6. Pemilihan Direksi dan Komisaris PT GE 77 yang baru
    7. Amanah bagi Direksi dan Komisaris PT GE 77
    8. Doa sekaligus Penutup oleh Direktur Utama Terpilih

    Lampiran II: Daftar Hadir
    1 A. Zaenal Abidin
    2 Achmad Setiadi
    3 Agus J. Alwie
    4 Agus Purnomo
    5 Amin Hadi
    6 Andriano
    7 Bambang Sedewo
    8 Boyke Pardede9 Dendy
    10 Djasli Djamarus
    11 Eddy Entum
    12 Eddy Purnomo
    13 Gde Wisnaya
    14 Goenarso
    15 Halim D. mangunjudo
    16 Harsisto
    17 Heru Marlianto
    18 Ishak Z. Soediredja
    19 Liestyawati
    20 Lisminto
    21 M. As’ad
    22 M. Ilham Pratopo
    23 Makmun Alrasyid
    24 Nanang Untung
    25 Parsaulian Siregar
    26 Retno T. Sunarni
    27 Rostina
    28 Sunarman
    29 Suwito
    30 Syafril H
    31 Tatang Saftari
    32 Triharyo IS
    33 Utaryo Leksono
    34 Yadi Supriadi W.
    35 Zainal Asyikin A.

    Sunday, December 18, 2005

    RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) PERDANA













    Rapat umum pemegang saham (RUPS) pertama PT Ganesha energy telah diadakan di Jalan Mangunsarkoro 44, Menteng, Jakarta pusat. RUPS ini dihadiri oleh 39 orang investor dan management PT Ganesha energy. Rapat dipimpin oleh wakil pemegang saham yang dipilih secara aklamasi oleh peserta rapat yaitu Djasli djamarus.

    Hasil-hasil RUPS antara lain memutuskan Djasli djamarus sebagai komisaris dan jajaran management yang terdiri dari Direktur utama Achmad Setiadi dan direktur Lisminto. Dilaporkan oleh Nanang bahwa dana yang sudah committed mencapai Rp. 1.5 milyard. Nilai ini cukup untuk membangun 8 ton/hari pabrik Biodiesel di PTPN-4.

    Rapat juga dihadiri Ishak (sipil 77) yang juga menjabat sebagai corporate secretary PTPN-4 yang kebetulan datang dari Medan. Rencana Kerjasama operasi (KSO) dibahas secara rinci di rapat tersebut.

    Saturday, December 17, 2005

    PERTEMUAN DIREKSI PTPN-4 DENGAN MANAGEMENT PT GANESHA ENERGY


    Pertemuan bersejarah antara Direktur Produksi PTPN IV (Persero) dengan Manajemen Ganesha Energy di Medan 21 November 2005. Pada kesempatan tersebut Ganesha Energy mendapat kesempatan untuk menjelaskan Prospek Biodiesel Nasional dan rencana kerjasama kedua perusahaan.

    LOKASI PABRIK BIODIESEL DI MEDAN



    Foto diatas saat Manajemen Ganesha Energy melakukan survey untuk alternatif lokasi pabrik Biodiesel yang berada di lokasi pabrik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ADOLINA, kira-kira 1,5 jam dari Medan. Saat peninjauan lokasi pabrik diantar oleh Ir. Emanuel Singarimbun (TK 77) sebagai salah satu Kepala Kebun di PTPN4. Lokasi yang ditawarkan untuk pabrik Biodiesel berada dalam komplek PKS Adolina dengan ukuran cukup luas sekitar 20 x 30 meter. Fasilitas yang ada di lokasi cukup lengkap seperti : bahan baku (CPO), steam, air baku, dan perumahan karyawan.

    RENCANA LOKASI FABRIKASI PERALATAN













    Foto diatas adalah lokasi rencana shop untuk fabrikasi pembuatan peralatan pabrik Biodiesel. Shop tersebut terletak di Dolok ilir, Sumatra utara. Shop terletak didekat rencana lokasi pabrik. Juga terlihat pembicaraan awal antara management PT Ganesha energy dengan Pengelola shop. Selama ini shop telah membuat peralatan pabrik kelapa sawit.

    Thursday, December 15, 2005

    PERSIAPAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

    Dalam rangka membahas proposal dari PTPN-4 dan juga mempersiapkan bahan-bahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang pertama, maka seluruh direksi, investor dan pendiri PT Ganesha energy 77 mengadakan rapat sampai larut malam pada Rabu 14 Desember 2005 di kantornya Dicky.

    Tuesday, December 13, 2005

    PROJECT CONCEPTOR - IR MUNIR BEKERJA FULL TIME


    Karena load kerjaan mulai banyak akhirnya mulai Desember 1, diputuskan untuk menghire seorang professional full time agar progress GE77 yang mulai keteter bisa akselerasi. Terpilihlah rekan Ir Munir (TK’76) yang baru saja keluar dari Pupuk Iskandar Muda dan memutuskan tinggal di Jakarta. Beliau berpengalaman dalam mengerjakan business development selama >20 tahun.

    Di hari pertama, Munir terus bekerja sampai tengah malam untuk menyelesaikan surat dan draft kerjasama dengan PTPN4 sehingga siap untuk dibawa hand carried oleh Marulam Angkat yang kebetulan berkunjung di Jakarta. Hand over dokumen tersebut dilakukan tepat jam 23:30 atas kerjasama Marulam yang bersedia meluangkan waktunya yang sangat sempit untuk datang dari Cengkareng jam 21:30 langsung kekantor GE’77 dan akan membawa langsung ke Direksi PTPN4.

    Nanang untung

    MANAGEMENT PT GANESHA ENERGY 77


    Direktur utama Achmad setiadi (yang sering dipanggil Dicky) , disela-sela kesibukannya sebagai CEO perusahaan kertas Semen dan Trader Batubara hampir bisa dikatakan full time mengerjakan dan membesarkan PT GE’77. Tahapan pertamanya adalah mulai mendirikan PT, menyiapkan bridging dana sehingga bisa mendapat kategori perusahaan Menengah dengan skala tender Rp 1 Milyard, menyiapkan kantor yang terus menerus terbuka siang dan malam utk diskusi strategi perusahaan kedepan dsb.

    Selain itu ada Direktur teknologi Lisminto (yang lebih dikenal sebagai sang "Begawan"), dengan segudang pengalaman usaha di Asphalt dan selalu terus menerus belajar, dengan tekun memastikan bahwa pilihan teknologi dan aspek teknis lainnya dapat ditangani dengan benar.

    Kedua top management inilah yang bertandang ke Medan (PTPN 4), ke ITB (untuk mempelajari secara rinci pabrik biodiesel ITB), naik ojek ke Sentul untuk lihat bibit jarak dan kerja hampir sampai tengah malam selama 2 minggu terakhir ini untuk membuktikan bahwa si Bayi PT GE’77 masih sehat dan cepat tumbuh membesar.

    Teman2 part timer yang meluangkan waktunyapun cukup banyak, mulai dari Bambang Sedewo, Andriano, Mulyono, Asikin, Amar, Hanafi, Tatang, Amrie. dll

    Nanang untung

    PT GANESHA ENERGY JALIN KERJASAMA DENGAN PTPN-4, ITB DAN PT REKAYASA INDUSTRI


    Prototip proses pembuatan Biodiesel di ITB

    Setelah penawaran saham perdana di Halal Bihalal kemarin GE 77 yang dimotori oleh Achmad Setiadi (Dicky) dan Lisminto berusaha keras untuk menjawab tantangan dari PT Perkebunan Nusantara 4 (PTPN-IV) yang menginginkan Biodiesel mulai produksi di awal tahun baru 2006. Target ini relatif sangat agresip karena mulanya rencana GE77 produksi perdana Biodiesel baru April 2006.

    Komunikasi intensif terus dijalin dengan teman2 ITB 77 di PTPN4 (Marulam Angkat, Imanuel Singarimbun ~ TK dan Ishak Z Sodiredja ~ Sipil) sehingga mengerucut untuk melakukan kerjasama secara KSO (Kerja Sama Operasi) sebelum nantinya dibuat sebuah Joint Venture company.

    Demikian juga dengan PT Rekayasa Industri dan pihak ITB yang akan memback up kita dengan design dan supervisi teknologi biodiesel. Rancangan MOU sudah dilayangkan dan segera difinalkan, thanks kepada Dr Tatang hernas di ITB dan rekan Tatang saftari di PT Rekayasa industri

    Nanang untung

    INVESTASI ALUMNI ITB 1977 DI PT GE

    Jumlah saham yang disetor oleh alumni ITB angkatan 1977 adalah 1977 juta.

    Jur-- Org-- Saham
    AR---------8------ 121
    BI ---------2------- 45
    EL --------12 ----208
    FI ---------1 --------5
    FT --------6 ------37
    GD -------1 --------5
    KI --------1 --------6
    GM ------1 -------50
    MA ------2 -------30
    MS ------8 ------262
    SI --------3 ------212
    TI --------5 ------126
    TK -------21 ----860
    TP -------1 --------10

    ===============
    Jumlah 72 -----1977

    Untuk sementara pembelian saham PT Ganesha energy ditutup untuk tahap-1.

    Jika anda berminat menjadi investor, maka syarat utamanya adalah bahwa anda adalah alumni ITB dari angkatan 1977. Jika anda bukan alumni ITB 77, anda dapat membeli saham melaluui alumni ITB 77 yang anda kenal.

    Untuk menjadi investor pada tahap berikutnya silahkan kirim fax dengan mencantumkan nama jelas dan jurusan anda di ITB ke Direktur utama PT Ganesha energy 77 - Achmad Setiadi no fax 021- 7900870

    PELUNCURAN SAHAM PERDANA




    Alhamdulilah, telah resmi berdiri PT GANESHA ENERGY 77 yang diprakarsai oleh rekan2 lulusan Teknik Kimia ( Lisminto, Amar, Asikin, Nanang , Dewo, Tatang dll ) dan didukung penuh oleh rekan Hengki ( Triharyo ) sebagai pribadi

    Kemarin dalam acara Halal Bihalal ITB 77 telah diprentasikan lingkup bisnisnya dan financial plannya. PT GE77 akan bergerak di bidang biodiesel yang diperkirakan akan menjadi primadona dalam bidang energi non-migas di negara kita. Percepatan terjadi karena meningkatnya harga minyak dunia dan keyakinan bahwa cepat atau lambat, suatu saat cadangannya tentu akan habis.

    Keunggulan PT GE 77 adalah kejelian dari para pendirinya untuk segera memanfaatkan perubahan ini. Banyak kita baca bahwa bahan baku utama biodiesel adalah tanaman jarak pagar.Tetapi bila mulai menanam sekarang, baru 3 tahun kemudian hasil panennya dapat dimanfaatkan.

    Strategi PT GE77 adalah sambil menunggu suplai biji jarak pagar, usaha ini dapat dimulai secepatnya dengan menggunakan palm oil ( ex kelapa sawit ) sebagai bahan baku utama. Untuk itu telah dipersiapkan MOU dengan PTPN IV Medan sebagai partner dalam penyedia bahan baku, lahan dan sekaligus garansi sebagai offtaker ( pembeli ).

    PENAWARAN SAHAM TERBATAS!!!! HANYA S/D DESEMBER 2005.

    Ditujukan kepada : seluruh alumni ITB 77
    Harga saham : Rp 1.000.000,- ( satu juta rupiah ) / lembar.
    Jumlah saham tersedia untuk tahap I ( pabrik mulai berproduksi April 2006 ) : 3000 lembar ( Rp 3.000.000.000,- )
    Saham terjual sebelum Halalbihalal : 732 lembar
    Komitmen pembelian saham saat Halalbihalal : 100 lembar.

    Demikianlah penawaran ini. Semoga ALLAH SWT memberkahi niat baik kita semua. Amien.

    Salam Biodiesel,

    PROSPEKTUS PT GANESHA ENERGY 77

    Prospektus yang dibuat oleh Amrie noor sudah diupload ke website publik dan dapat dipelajari lebih detail. Silahkan browse di link berikut

    http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/files/prospektus/
    Syafril hermansyah

    CONTACT PERSON & ADDRESS

    Achmad Setiadi
    Direktur Utama
    Handphone : 0816753407

    Munir Abdullah
    Manager Produksi
    Handphone : 0811929318

    Kantor
    PT Ganesha Energy 77
    Jalan Mampang Prapatan Raya 108 Buncit Mas B3
    Jakarta Selatan

    Pabrik
    Adolina, Medan
    Sumatra Utara

    LOGO PT GANESHA ENERGY 77



    Inilah logo yang didesign oleh rekan kita Amrie noor. Background Amrie dari arsitektur dan pernah memegang jabatan Direktur utama sebuah advertising company mempercepat proses pembuatan Logo dan juga prospektus

    SEJARAH PT GANESHA ENERGY 77

    Pada pertengahan tahun 2005, di Lapangan golf Jagorawi, sehabis pertandingan eksebisi golf ITB 77, kita ngobrol bersama. Pada saat itu saya bilang mestinya angkatan 77 punya pabrik. Alm Chandra waktu itu langsung menyambut "Gue udah punya studi untuk bikin pabrik .... , kalau lo mau, gue bisa presentasi".

    Alhasil kami berkumpul di Gedung Kadin - Jl. Rasuna Said, untuk mendengarkan studinya Alm. Presentasinya luar biasa ... !, ketika ditagih langkah lanjut dan kami bisa ikut apa, Alm bilang "biar gue matengin semua dulu dan set up berbagai hal sendiri dulu, nanti kalau udah licin jalannya, pasti temen-temen 77 akan mendapat prioritas pertama untuk partisipasi". Asyiiik !

    Waktu terus berjalan, saya selalu mengharapkan hal tersebut bisa terjadi, namun sayang, kita semua tahu, takdir menghendaki lain. Namun demikian semangat tersebut rupanya tetap hidup.

    Di malam 40 hari- an Alm, saya dikasih tahu Begawan Lisminto, bahwa dia dkk sudah mendirikan PT GE 77. Sebagai aktivis 77 Gue tersinggung dong! "Kok engga bilang-2?". Dengan gaya Madura, dia bilang ini cuma pemicu saja supaya cepet. Amrie datang mendekat ... dan langsung menuntut untuk diikutsertakan. "Jangan khawatir ... bila berminat pasti semua teman- teman 77 akan disertakan" begitu sang Begawan bertamsil.

    Semangat ... memang modal utama, yang bisa mempercepat realisasi

    Djasli djamarus

    PENELITIAN PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK NABATI


    Pada akhir Desember 2004, para peneliti di ITB yang terdiri dari :
    • Dr Ir Tirto Prakoso Brodjonegoro (Ketua)
    • Dr Ir Tatang H Soerawidjaja (Anggota)
    • Dr Ir Iman K Reksowardojo (Anggota)
    • Dr Ing Parsaulian Siregar (Anggota)
    Telah membuktikan bahwa Bahan Bakar Diesel bisa dibuat secara sederhana dengan menggunakan minyak nabati sebagai bahan baku. Proses pembuatannya relatif mudah dan hasilnya-pun telah diuji pada diesel generator dan juga mobil bermesin diesel. Penelitian ini merupakan salah satu topik penelitian dalam Program RAPID (Riset Andalan antara Perguruan Tinggi dan Industri).

    Mengingat Indonesia adalah produsen Minyak Nabati, dalam jumlah yang cukup besar, seperti Minyak Sawit, maka teknologi ini bisa menghasilkan Bahan Bakar untuk pengganti Bahan Bakar dari Fosil yang akan semakin habis.

    Presentasi Dr Tirto kepada para alumni Teknik Kimia angkatan 1977 mengawali bergeraknya roda pembentukan korporasi PT Ganesha Energy di pertengahan tahun 2005. Silahkan download presentasi DrTirto pada link ini

    PROFIL PT GANESHA ENERGY

    INFORMASI DAN TREND HARGA CPO & BBM

    Monday, December 12, 2005

    BERITA-BERITA TENTANG BIODIESEL

    BERITA-BERITA KORPORASI PT GANESHA ENERGY

  • Peluncuran saham perdana - 13 Desember 2005
  • Menghire contract & project engineer - 13 Desember 2005
  • Rapat umum pemegang saham pertama - 18 Desember 2005
  • Notulen RUPS pertama - 22 Desember 2005
  • Masukan Agus alwie terhadap Notulen RUPS - 27 Desember 2005
  • Public expose ke pemegang saham - 30 Januari 2006
  • Dana sudah Rp 1,977 milyard - 4 Februari 2006
  • Presentasi cara menghimpun dana - 2 Maret 2006
  • Public expose sambil reuni - 1 April 2006
  • Kontrak KSO disahkan notaris- 19 Mei 2006
  • PT Ganesha energy diwawancara Metro TV- 19 Mei 2006
  • Diundang peluncuran Biosolar- 20 Mei 2006
  • Proyek ditinjau Dirut PTPN-IV- 5 Juni 2006
  • Rights issue saham- 5 Juni 2006
  • Q&A rights issue saham- 9 Juni 2006
  • 506 Saham baru terjual- 9 Juni 2006
  • Status dana investasi 8 Juli 2006- 8 Juli 2006
  • Rights issue ditutup- 14 Juli 2006
  • Modal yang disetor Rp. 2,887 milyard - 26 Juli 2006
  • Mendapat tawaran dari PTPN-V & Medco- 8 September 2006
  • Tanda tangan kerjasama dengan PTPN-V- 28 September 2006
  • Laporan ke pemegang saham- 19 November 2006
  • Kerja Sama Operasi mulai berjalan- 24 November 2006
  • Pameran saat panen Jagung- 12 Desember 2006
  • Uang sudah mengalir masuk- 16 Desember 2006
  • Sertifikat saham yang resmi dibagikan - 14 Januari 2007
  • RUPS Kinerja 2006 & Rencana Kerja serta Anggaran 2007 - 28 Januari 2007
  • Menteri Keuangan ajak kuantifikasi Insentif Biofuel - 10 Mei 2007
  • Penyerahan saham ke ITB - 20 September 2007
  • RUPS Kinerja 2007 dan Rencana Kerja serta Anggaran 2008 - 28 Maret 2008
  • BERITA-BERITA BIODIESEL INDONESIA

  • Naturfuel goes on market - August 2004
  • Low enthuasism in Biodiesel investment - June 2005
  • Palm oil outlook - September 2005
  • The new era of Biodiesel - October 2005
  • Largest producer of Biodiesel in Indonesia - October 2005
  • Prospek Biodiesel cerah - Desember 2005
  • Indonesia sulit garap ekspor CPO ke UE - Januari 2006
  • Ekspor CPO 10.5 juta ton - Januari 2006
  • Investasi Biodiesel mulai merangkak - Januari 2006
  • Instruksi presiden tentang Biofuel - Februari 2006
  • Instruksi picu pengembangan Biofuel - Februari 2006
  • Pertamina to sell Biodiesel - April 2006
  • Bakrie to build Biodiesel plant - April 2006
  • Pemerintah bangun pabrik Biodiesel - April 2006
  • Pertamina jual Biosolar - 17 Mei 2006
  • Presiden luncurkan inisiatif Bioenergi - 2 Juli 2006
  • Instruksi SBY : Kembangkan Bioenergi - 2 Juli 2006
  • Presiden terima team nasional BBN - 7 Juli 2006
  • Sunday, December 11, 2005

    KRONOLOGI PROYEK DARI KONSEPSI SAMPAI PRODUKSI

  • Kerjasama dengan ITB & PTPN-4 - 13 Desember 2005
  • Rencana lokasi pabrik - 17 Desember 2005
  • Rencana tempat pembuatan alat - 17 Desember 2005
  • Pertemuan PTPN-4 dengan PT Ganesha energy - 17 Desember 2005
  • Studi kelayakan pabrik biodiesel 8 ton/hari - 22 Desember 2005
  • Analisa sensitivitas investasi -27 Desember 2005
  • Status engineering -11 Januari 2006
  • Notulen meeting proyek pabrik Biodiesel -16 Januari 2006
  • Design Pabrik dalam visualisasi 3-Dimensi-22 Januari 2006
  • PTPN-4 setuju pasok bahan baku & beli produk-27 Januari 2006
  • Design pabrik mendekati tahap akhir-27 Januari 2006
  • Visualisasi pabrik dalam 3-Dimensi-27 Januari 2006
  • Dana sudah Rp. 1,81 Milyard-28 Januari 2006
  • Design pabrik sudah fase "Walkthrough"- 3 Februari 2006
  • Dana sudah Rp. 1,977 Milyard-4 Februari 2006
  • Menghemat biaya - gunakan existing peraltan-18 Februari 2006
  • MOU dengan PT Pamina & PTPN-4 ditanda-tangani-9 Maret 2006
  • Harga pabrik di-bench-mark dengan produk asing-20 Maret 2006
  • Terus mengupayakan penghematan investasi-20 Maret 2006
  • Public expose ke pemegang saham-1 April 2006
  • Meeting perdana pelaksanaaan konstruksi-12 April 2006
  • Pembacaan doa di lokasi pabrik-24 April 2006
  • Kegiatan konstruksi dimulai-25 April 2006
  • Kontrak KSO disahkan notaris-18 Mei 2006
  • Visualisasi pabrik terakhir-18 Mei 2006
  • Proyek Biodiesel masuk Metro TV-18 Mei 2006
  • Pengecheckan jadwal proyek-20 Mei 2006
  • Pemasangan struktur baja dimulai-3 Juni 2006
  • Alat penukar panas mulai difabrikasi-8 Juni 2006
  • Material untuk pembuatan bejana tekan-8 Juni 2006
  • Pemasangan steel hampir selesai-16 Juni 2006
  • Pemasangan tangga-16 Juni 2006
  • Fabrikasi tank & proteksi-16 Juni 2006
  • Fabrikasi heat exchanger-17 Juni 2006
  • Pemasangan heat exchanger-22 Juni 2006
  • Pembuatan reactor & vessel di Medan-25 Juni 2006
  • Inspeksi pompa & status pengiriman alat-6 Juli 2006
  • Penambahan sistem boiler dari cangkang-7 Juli 2006
  • Pekerjaan piping dimulai-6 Juli 2006
  • Dirut PTPN IV sidak ke pabrik-11 Juli 2006
  • Pompa vacuum menuju site-13 Juli 2006
  • Fondasi boiler dimulai-17 Juli 2006
  • Panel listrik mulai dipasang-17 Juli 2006
  • Tanki fiber telah datang-17 Juli 2006
  • Boiler sudah terpasang-28 Juli 2006
  • Pemasangan reaktor yang sulit-28 Juli 2006
  • Menyisipkan reaktor-28 Juli 2006
  • Boiler sudah operasi-1 Agustus 2006
  • Pabrik sudah selesai dicat-1 Agustus 2006
  • Pengecheckan oleh ahli process-1 Agustus 2006
  • Mengejar target produksi-16 Agustus 2006
  • Pabrik mulai dioperasikan-16 Agustus 2006
  • Produksi perdana-18 Agustus 2006
  • Kualitas produk perdana-19 Agustus 2006
  • Kebutuhan bahan baku & utilitas-2 September 2006
  • Evaluasi pelaksanaan konstruksi proyek-5 September 2006
  • Rencana improvement pabrik-8 September
  • Spesifikasi produk Biodiesel-28 September 2006
  • Pabrik pada bulan Oktober-30 Oktober 2006
  • Produksi sampai November 90 ton-15 November 2006
  • Kerja sama operasi sudah jalan-24 November 2006
  • Uang sudah mengalir masuk-16 Desember 2006